Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Screenshot_20260820_204927
Screenshot_20260820_204958
Home / REGIONAL / MUSI BANYUASIN / Muba Jadi Tuan Rumah Dialog Yuridiksi Karet

Muba Jadi Tuan Rumah Dialog Yuridiksi Karet

# Mendorong Ketelusuran dan Inklusi Petani untuk Hilirisasi Berkelanjutan.

Editor : RON

MUBA – LhL – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) telah terpilih sebagai tuan rumah untuk Dialog Yuridiksi Karet bertema “Mendorong Karet Berkelanjutan di Indonesia melalui Ketelusuran dan Inklusi Petani”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture (PISAgro) pada Rabu (9/7/2025) di Auditorium Pemerintah Kabupaten Muba, dengan dukungan dari Dinas Perkebunan Muba.

Tujuan dan Harapan

Dialog ini bertujuan untuk memfasilitasi diskusi teknis dan pertukaran pengetahuan antar pemangku kepentingan dalam rantai pasok karet. Hasil dari dialog ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Wakil Bupati Muba, Kyai Rohman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Muba. Ia menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi petani, terutama terkait rendahnya harga jual karet.

Baca Juga  KEPALA BAPPEDA MUARA ENIM BUKA MUSRENBANG 2019-2023

“Semoga diskusi ini dapat menghasilkan langkah nyata yang berkelanjutan untuk para petani,” ungkapnya.

Pandangan PISAgro dan Pemangku Kepentingan

Direktur Eksekutif PISAgro, Insan Safaat, menilai Muba sebagai sentra produksi karet dengan potensi besar. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menyelesaikan tantangan di sektor pertanian, terutama dalam memenuhi permintaan pasar global akan komoditas berkelanjutan.

Agung Nugroho, Ketua Kelompok Kerja Karet PISAgro, juga menekankan dampak positif dari dialog ini untuk memperkuat hilirisasi karet di Muba.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Muba Ahkmad Toyibir menyatakan Tuntutan pasar global, khususnya dari Uni Eropa, terhadap produk bebas deforestasi (EUDR) memang memerlukan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan. Ini mencakup tidak hanya pemerintah, tetapi juga perusahaan offtaker dan mitra lainnya.
Kegiatan yang dilakukan oleh Pis Agro bersama konsorsium LTKL adalah langkah positif menuju pencapaian tujuan tersebut. Dengan adanya dukungan dari semua pihak, diharapkan proses penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) bagi petani karet di Musi Banyuasin bisa dimaksimalkan.
STDB sangat penting sebagai bukti bahwa kebun karet di daerah tersebut bebas dari praktik deforestasi. Kolaborasi ini bisa menjadi model yang baik untuk daerah lain dalam mencapai keberlanjutan dan memenuhi standar pasar global.
Mari kita terus mendukung upaya ini demi masa depan yang lebih baik!
Acara ini akan dilanjutkan dengan diskusi serta kunjungan lapangan ke kebun petani karet untuk memetakan masalah dan risiko yang dihadapi di lapangan. Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat strategis dan mitra nasional serta internasional, menunjukkan komitmen bersama untuk membangun sektor karet yang berkelanjutan di Muba. (Riki)

Baca Juga  Tolak Alfa Mart dan Indo Maret, Fumma Gelar Aksi di Kantor Pemkab Muba

Check Also

Perlombaan Olahraga Gembira HUT ke 81 RI di Lingkungan Pemkab Empat lawang Berlangsung Meriah

Author : Lis 𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓 𝐋𝐀𝐖𝐀𝐍𝐆, LhL – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menggelar Perlombaan Olahraga Gembira …

SMM Panel

APK

Jasa SEO