banner owner
utl
bijak
iklan ut
hd
iklan ut1
Home / LAHAT / Kecamatan Kikim Selatan / Cerita di Balik Bangunan “Lujuk” di Desa Pagardin dan Karang Cahaya

Cerita di Balik Bangunan “Lujuk” di Desa Pagardin dan Karang Cahaya

Author April

KIKIM SELATAN, LhL – Kabupaten Lahat sebuah kabupaten dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki peninggalan sejarah yang sampai saat ini masih dikeramatkan oleh masyarakat setempat karena memiliki khasiat tersendiri bagi masyarakat setempat yang berasal dari daerah itu sendiri.

Salah satunya, di desa Karang Cahaya dan Pagardin. Yang mana di desa tersebut terdapat peninggalan zaman dahulu berupa rumah kecil yang konon menyimpan ribuan cerita mistis.

Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama “Lunjuk” yang berukuran kurang lebih satu meter persegi, bertiang satu dan tinggi kurang lebih dua meter dan mempunyai satu pintu.

dinding dan tiangnya hanya terbuat dari kayu, namun sejak zaman dulu hingga sekarang tidak mengalami patah atau rusak,padahal tidak ada paku yang menempel di bangunan indah itu untuk kayu-kayu itu saling menempel satu sama lain.

Menurut keterangan bapak arsyad yakin yaitu salah satu keturunan asli dari puyang desa pagardin yaitu singe ratu bekurung,mengatakan asal muasal dari Lunjuk itu sendiri adalah sejarah seorang pengembara yang bernama singe ratu bekurung yang kemudian menikahi sodara sepupu dari raja maja pahit yaitu putri kenantan buih.

Baca Juga  Litbang Kabupaten Lahat Sosialisasikan Desa Inovasi Berbasi Pertanian di Kecamatan Kikim Selatan

Puyang singe ratu bekurung ini sebenar nya memiliki sodara sepupu perempuan,mereka berpisah saat berkelana sodara sepupu perempuannya ke desa cecar dan singe ratu bekurung ini ke desa pagardin.

walaupun mereka berjauhan namun mereka kompak,mereka mendirikan bangunan yang kerap di sebut lunjuk ini di desa yang mereka tinggali masing-masing.

sodara sepupunya mendirikan lunjuk di pangkal masuk desa cecar yang namun kini sudah roboh dan singe satu bekurung mendirikan lunjuk di desa pagardin yang sampai saat ini masih di jaga dan di lestarikan oleh masyarakat sekitar.

Lunjuk ini sendiri sering di sebut oleh masyarakat pagardin sebagai musium peninggalan nenek moyang desa pagardin.

Mengapa demikian?
Ya karna di dalam lunjuk tersebut ada peninggalan puyang ratu singe bekurung yang berupa kris santan (kris tikam tinjak) dan guruh kemarau.

Baca Juga  KAPOLRES LAHAT PIMPIN APEL UPACARA KEHORMATAN DAN RENUNGAN SUCI

Kris santan/kris tikam tinjak merupakan peningglan yang konon katanya memiliki keajaban yang apabila kita menikam tinjak seorang musuh dengan kris ini maka seminggu setelah itu musuh tersebut akan meninggal dunia.

Sedangkan guruh kemarau merupakan peningglan yang konon katanya memiliki kekuatan yang apabila ada musuh maka guruh kemarau/kayu yang memiliki lubang panjang yang tak dalam tersebut akan berbunyi seakan mengisyaratkan bahwa musuh akan menyerang.
Sebelum desa ini di namai dengan nama pagardin dulunya desa ini memiliki nama yaitu desa karang cahaya.

Mengapa demikian?
Ya karna dahulu di tengah-tengah desa ini memiliki lubuk yang indah,yang di mana di dalam lubuk teesebut teedapat batu karang yang beecahay sehingga di beri nama karang cahaya.

Sebenarnya nenek moyang dari desa pagardin yaitu singe ratu bekurung merupakan nenek moyang sayu-satunya yang tidak memiliki makam,bahkan masyarakat tidak tahu pasti apa puyangnya ini masih hidup atau meninggal karnah tidak ada tanda-tanda keberadaan nenek moyang nya ini.

Editor : Ron

Check Also

Widia Ningsih Pimpin Komitmen SPMB 2026, Kadisdik Niel Adrin Tekankan Integritas

Author : Rim SMSI Lahat LAHAT, LhL – Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih memimpin penandatanganan …

SMM Panel

APK

Jasa SEO