Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Screenshot_20260820_204927
Screenshot_20260820_204958
Home / LAHAT / “Dinas Rasa Wisata” atau Capacity Building..? : PDAM Lahat ke Bogor Tuai Sorotan, Direktur Buka Suara

“Dinas Rasa Wisata” atau Capacity Building..? : PDAM Lahat ke Bogor Tuai Sorotan, Direktur Buka Suara

Author : SMSI Lahat

LAHAT, LhL – Polemik kegiatan outbound PDAM Lahat ke Kota Bogor tak lagi sekadar soal persepsi pemborosan. Di tengah kritik yang mengarah pada dugaan “dinas rasa wisata”, pihak PDAM akhirnya angkat bicara.

Direktur PDAM Lahat, Anda Wijaya, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program resmi perusahaan, bukan bentuk penghamburan anggaran seperti yang ditudingkan.

“Ini adalah diklat manajemen dan motivasi. Program kerja PDAM setiap tahun. Silakan konfirmasi ke kantor, ini bukan pemborosan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa sumber pembiayaan kegiatan tersebut bukan berasal dari APBD Kabupaten Lahat, melainkan dari hasil usaha PDAM sendiri.

“Ini hasil kerja PDAM yang digunakan untuk karyawan sebagai capacity building. Perlu diingat, ini bukan uang APBD, tapi dari peningkatan pendapatan PDAM,” jelas Anda Wijaya.

Baca Juga  Jelang HUT Muba ke-67, Pj Bupati Apriyadi Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis untuk Warga di Sumsel

Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam kritik. Sejumlah pihak tetap mempertanyakan urgensi pelaksanaan kegiatan di luar pulau, serta komposisi peserta yang disebut tidak sepenuhnya berkaitan langsung dengan peningkatan kinerja.

Sorotan juga masih mengarah pada potensi pola lama dalam kegiatan dinas: mulai dari dugaan pembengkakan biaya perjalanan, hingga indikasi “titipan peserta” yang kerap muncul dalam agenda luar daerah.

Ketua Serasan Setungguan Sumsel, KMS Ali Ismail, S.E., sebelumnya telah mengingatkan bahwa transparansi menjadi kunci untuk menjawab polemik ini.

“Kalau memang murni untuk peningkatan SDM, harus terbuka. Jangan sampai publik melihat ini sebagai kegiatan yang tidak sensitif terhadap kondisi efisiensi,” ujarnya.

Di sisi lain, muncul pertanyaan yang lebih substansial: meskipun bukan bersumber dari APBD, apakah penggunaan dana perusahaan daerah—yang notabene tetap terkait dengan pelayanan publik—tidak perlu tunduk pada prinsip efisiensi dan akuntabilitas yang sama?

Baca Juga  Buron Delapan Bulan, Pembunuh Ahmad Solihin Berhasil Ditangkap Sat-Reskrim Polres Lahat

Apalagi, PDAM sebagai BUMD memiliki mandat utama pelayanan air bersih kepada masyarakat. Setiap kebijakan penggunaan anggaran, termasuk untuk kegiatan luar daerah, tetap berada dalam sorotan publik.

Hingga kini, belum ada rincian terbuka mengenai besaran anggaran, daftar peserta, maupun indikator keberhasilan dari kegiatan tersebut.

Di titik inilah perdebatan mengerucut:
apakah ini murni investasi SDM demi peningkatan kinerja,
atau justru bagian dari pola lama yang selalu menemukan pembenaran baru?

Publik kini menunggu satu hal sederhana—bukan sekadar penjelasan, tetapi bukti transparansi.

Editor : RON

Check Also

Perlombaan Olahraga Gembira HUT ke 81 RI di Lingkungan Pemkab Empat lawang Berlangsung Meriah

Author : Lis 𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓 𝐋𝐀𝐖𝐀𝐍𝐆, LhL – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menggelar Perlombaan Olahraga Gembira …

SMM Panel

APK

Jasa SEO