Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Screenshot_20260820_204927
Screenshot_20260820_204958
Home / LAHAT / Bikin Kaget! Menang Lelang 2 Juta, Ketua PGRI Lahat Tak Menyangka Bawa Pulang Karya Wakil Bupati

Bikin Kaget! Menang Lelang 2 Juta, Ketua PGRI Lahat Tak Menyangka Bawa Pulang Karya Wakil Bupati

Author : Ancay SMSI

LAHAT, LhL — Di bawah temaram lampu glamping dan deru lirih aliran Sungai Lematang, sebuah kejutan manis tersemat dalam gelaran seni bertajuk “Berubah atau Punah”, Sabtu (07/03) malam lalu. Acara yang diinisiasi oleh para seniman Kabupaten Lahat ini tidak hanya menjadi panggung kreativitas, namun juga melahirkan sebuah kisah unik yang melibatkan tokoh penting di Bumi Seganti Setungguan.

Puncak perhatian penonton tersita saat sesi lelang karya lukis dimulai. Di antara deretan karya yang dipajang, sebuah lukisan bernuansa alam yang menggambarkan keanggunan sungai dibalut pemandangan hijau yang asri, menjadi primadona. Ketua PGRI Lahat, Dr. Hasperi Susanto, yang hadir malam itu, tampak terpikat dan tanpa ragu memenangkan lelang lukisan tersebut dengan nilai Rp2.000.000.

Menariknya, selama proses lelang berlangsung, panitia sengaja menyimpan rapat identitas sang pelukis, membiarkan karya itu berbicara sendiri melalui goresan warnanya yang estetis.

Tabir misteri itu baru tersingkap dua hari kemudian. Bastian, perwakilan panitia, memberikan pernyataan mengejutkan pada Senin (09/03). Ia mengungkapkan bahwa lukisan yang kini sah menjadi milik Ketua PGRI tersebut bukanlah karya seniman biasa, melainkan buah tangan dari Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih.

Baca Juga  Pemkab Lahat Resmikan Sakaligus Lounching Program Dashat

“Karya yang dibawa pulang oleh Pak Hasperi adalah lukisan dari Ibu Wabup. Beliau melukisnya sehari sebelum acara di Rumah Dinas, namun memang belum sempat dibubuhi tanda tangan,” ungkap Bastian.

Ia menambahkan bahwa hasil lelang ini akan dikembalikan kepada pemilik karya dan sebagian disalurkan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan seni tersebut. “Ini adalah buah kolaborasi antara pegiat seni, UMKM, tokoh pemuda, hingga pemerintah. Kami ingin menciptakan ruang bagi kreativitas generasi mendatang dengan menjunjung tinggi nilai budaya dan pendidikan,” tuturnya.

Hasperi Susanto, yang baru mengetahui latar belakang lukisan tersebut, mengaku terkejut sekaligus merasa sangat beruntung.

“Saya benar-benar kaget, sekaligus merasa mendapat kehormatan luar biasa. Sejak awal melihatnya, saya merasa lukisan bernuansa pemandangan ini memiliki jiwa dan ketenangan yang luar biasa. Goresannya sangat halus dan artistik. Saya tidak menyangka jika ini adalah karya tangan dingin Ibu Wakil Bupati. Ini akan menjadi koleksi yang sangat berharga bagi saya,” ujar Hasperi dengan nada kagum.

Baca Juga  Mau Hasil Palawija Maksimal..?, Eco Farming Solusinya

Di sisi lain, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih menyambut baik kabar suksesnya lelang tersebut dengan penuh syukur. Baginya, apresiasi ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap ekosistem seni di Lahat.

“Alhamdulillah, semoga hasil lelang tersebut dapat membantu teman-teman panitia. Saya sangat mengapresiasi dan berharap acara seperti ini terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana untuk menyalurkan kreativitas anak muda kita,” singkat Widia saat dikonfirmasi.

Malam “Berubah atau Punah” di Lematang Riverside Glamping akhirnya tidak hanya menyisakan tawa dan musik reggae, tetapi juga sebuah catatan tentang bagaimana seni mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat, dari pejabat hingga pegiat jalanan, dalam satu harmoni dukungan yang tulus.

Editor : RON

Check Also

DPRD Muba Sampaikan Aspirasi Masyarakat Melalui Hasil Reses III 2026

Editor : RON MUBA, LhL – Rapat Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten …

SMM Panel

APK

Jasa SEO