Editor : RON
MUBA, LhL – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Aspirasi Nusantara
(DPW-LAN) Sumsel, yang bersekretariat di Jalan KH. Ahmad Dahlan Lurusan
JM, Kelurahan Serasan Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, menggelar aksi damai bersama puluhan masyarakat Kota Sekayu di Kantor Dinkes,) setempat, Kamis (7/3/24)
Aksi damai ini dipimpin Ketua LAN
Indra, Orator aksi Fitriandi, S. Sos selaku Sekretaris LAN, juga didampingi bebebera orang anggota kepengurusan LAN lainnya, Orasi dimulai Pukul 09:00 Wib hingga selesai.
Adapun aspirasi yang disampaikan, Fitriandi meminta klarifikasi kepada pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait dugaan tidak efektifnya kinerja Kepala Puskesmas Babat Toman, hingga 28 Staf dan PNS Puskesmas melayangkan surat ke Polda Sumsel pada 13 Februari 2024 lalu.
Dalam isi surat tersebut, memuat hal-hal yang membuat keberatan seluruh Staf tenaga kerja baik
PNS ataupun tenaga Kontrak Puskesmas Kecamatan Babat Toman adalah sebagai berikut.
1). Bahwa pada bulan Januari, Februari, Maret, April 2020 Kepala Puskesmas Babat Toman (Dr. Nora Aminayanti) meminta persetujuan untuk pemotongan uang jasa BPJS milik seluruh Staf/tenaga kerja puskesmas baik PNS maupun Kontrak sebesar 50%. Pemotongan tersebut kisaran sebesar Rp.300.000 – Rp.600.000 setiap bulan/Orang selama 4 bulan. (108 Karyawan/Staf Puskesmas Babat Toman). Pemotongan tersebut dengan alasan untuk persiapan akreditasi puskesmas Babat Toman. Berdasarkan keterangan dari pihak bendahara dan/atau Kepala Puskesmas (Dr. Nora Aminayanti) uang tersebut terkumpul sebesar Nominal
Rp.93.616.000 .
2). Bahwa sekira bulan Juli, Agustus, September, Oktober tahun 2022 Kepala Puskesmas (Dr. Nora Aminayanti) sama sekali tidak memberikan uang jasa jaga malam sebesar kurang lebih Nominal Rp.300.000,- per/orang/bulan selama 4 bulan. Kepada seluruh Staf/Tenaga Kerja Unit Gawat Darurat (UGD) Rawat Inap dan VK “Poned” sebanyak 23 orang. Dengan alasan yang sama yaitu untuk persiapan akreditasi.
3). Bahwa setiap Karyawan/Staf tenaga kerja Puskesmas Babat Toman melakukan perjalanan Dinas baik dalam kota maupun luar kota selalu diwajibkan pemotongan uang perjalanan Dinas sebesar Nominal Rp.50.000,- setiap kali pergi perjalanan Dinas.
4).Bahwa sejak tahun 2019 sampai dengan sekarang terjadinya pemotongan uang jasa BPJS milik seluruh Staf/Tenaga Kerja Puskesmas sebesar 15%. Pemotongan tersebut kisaran sebesar Nominal Rp.60.000,- s/d Rp.200.000,- setiap bulan per/orang (108 Karyawan/Staf Puskesmas Babat Toman) yang dilakukan oleh bendahara atas perintah Kepala Puskesmas Babat Toman.
5). Bahwa tanggal 06-02-2024 Kepala Puskesmas kembali meminta sumbangan kepada seluruh Staf Puskesmas Babat Toman yaitu sebanyak 109 orang, Besaran sumbangan tersebut Nominal Rp.340.000,- per/orang , dengan alasan untuk membayar hutang akreditasi.
Di penghujung orasi disampaikan oleh Fitriandi, bahwa seorang Kepala Bidang (Kabid) Dinkes Ucu mewakili Kepala Dinas Kadinkes, Dr. Azmi memberikan klarifikasi pada demonstran.
“Kami ucapkan terimakasih, karena sudah diingatkan. Apapun yang sudah disampaikan rekan-rekan sekalian, akan kami catat dan kami sampaikan lansung ke Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes),” tutupnya.
Terpantau di lokasi, dari awal Hingga ke penghujung orasi selesai, berlansung aman kondusif. (Riki)