Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Screenshot_20260820_204927
Screenshot_20260820_204958
Home / LAHAT / Kecamatan Mulak Ulu / Rumah Adat Kabupaten Lahat Menjadi Bahan Tesis dari Mahasiswi ITB

Rumah Adat Kabupaten Lahat Menjadi Bahan Tesis dari Mahasiswi ITB

Author : Ivi Hamzah

MULAK ULU, LhL – Rumah adat Kabupaten Lahat Sumatera Selatan atau biasa disebut rumah bahi memang mempunyai nilai historis. Pasalnya rumah adat Kabupaten Lahat Sumatera Selatan ini mempunyai ukiran atau pahatan yang sangat mendetail dengan motif yang cantik dan beragam. Hal inilah yang membuat Endang dari Universitas Institut Teknologi Bandung (ITB) tertarik untuk menggali informasi dan mempelajari tentang pembuatan rumah adat (bahi) kabupaten lahat. Putri pasangan bapak Sarjono dan ibu Yuli ini sengaja mengambil S2 jurusan arsitek bidang riset setelah menyelesaikan S1 nya di Lampung. Berbekal informasi dari Instagram Mario Andramatik staf khusus Bupati Lahat Cik Ujang bidang Parekraf, Ia sengaja datang ke kabupaten lahat untuk bahan tesisnya mencapai S2. Dengan dipandu Mario, ia mengunjungi rumah adat yang telah berumur hampir 300 tahun di Desa Geramat Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat.

Dikatakan Endang, ia sengaja datang ke kabupaten lahat untuk melihat langsung kondisi bangunan dan motif pahatan yang ada di bangunan rumah adat. Ia sangat tertarik dengan motif pahatannya dan bahan bakunya kesemuanya berasal dari kayu pohon tenam yang kokoh. Rumah adat yang berbentuk panggung ini, didesain oleh orang jaman dulu sebagai rumah anti gempa bumi. Oleh karena itu, rumah adat ini tak menggunakan paku sama sekali namun tetap berdiri kokoh sampai saat ini.

Baca Juga  4 Petinju Asal Lahat Ikuti Kejuaraan di Medan

“Saya ingin mempelajarinya sebagai bahan tesis saya. Oleh karena itu saya tertarik dan datang kesini langsung,”ujarnya Sabtu (4-9-2021).

Sebagai staf khusus Bupati Lahat bidang pariwisata ekonomi kreatif, Mario menghimbau masyarakat yang masih memiliki rumah adat, agar menjaganya dengan baik dan tetap utuh dengan keasliannya. Karena rumah adat ini sangatlah menjadi bukti peninggalan sejarah yang masih bertahan sampai saat ini. Rumah yang sudah berumur ratusan tahun lalu ini, sudah barang tentu mempunyai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kayu pahatannya yang tidak akan mungkin orang sekarang ini dapat membuatnya dengan cara manual. Apalagi tiangnya yang besar dengan diameter lingkaran sampai 200cm.

Baca Juga  Cabor Paralayang Lahat Sumbangkan 6 Emas di Porprov Sumsel XIV/23

“Mari kita bersama-sama menjaga warisan dari leluhur kita, dengan masih adanya rumah bahi di desa-desa akan menambah keaslian desa itu dan menjadi salah satu desa wisata,”pesannya.

Hal senada juga disampaikan Taufik Hidayat, yang juga mewarisi rumah adat warisan dari nenek moyangnya. Ia juga sependapat bagi yang masih memiliki rumah adat untuk menjaganya dengan baik. Akan tetapi ia juga berharap, agar pemerintah dapat andil dalam melestarikan rumah adat ini agar tetap terjaga dengan baik. Karena saat ini banyak sekali rumah adat yang sudah sangat memperihatinkan, banyak atap rumah yang sudah bocor dan rusak, ring dan kayunya sudah mulai rapuh dimakan rayap dan lainnya. Oleh sebab itu, kalau ada perhatian dari pemerintah tentu saja rumah adat tersebut tetap terjaga.

“Karena rumah adat ini bagian dari cagar budaya, rumah adat kita Besemah. Jadi bukan saja sang pemilik rumah tetapi pemerintah juga sama-sama memeliharanya,”harap juru pelihara megalitik ini.

Editor : Ron

Check Also

Giat Sasaran Nonfisik, Satgas Kodim 0403/OKU Tanamkan Nilai Kebangsaan kepada Anak-anak Desa Mengulak

OKU TIMUR, — Dalam rangka pelaksanaan kegiatan sasaran nonfisik Program TMMD Ke-130 TA 2026, personel …

SMM Panel

APK

Jasa SEO