Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Home / LAHAT / Kecamatan Merapi Timur / ANCAM TUTUP PAKSA PT. BANJARSARI PRIBUMI

ANCAM TUTUP PAKSA PT. BANJARSARI PRIBUMI

# MASYARAKAT MUARA LAWAI GELAR AKSI

Author : Dedi. S

MERAPI TIMUR, LhL – Permasalahan tapal batas wilayah Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat yang tak kunjung usai, berbuntut panjang. Sementara lahan milik warga Muara Lawai yang saat ini telah digarap oleh pihak PT. Banjarsari Pribumi, namun belum ada ganti rugi, bahkan tanah tersebut diklaim milik warga Desa Banjarsari.

IMG-20181010-WA0066

Oleh sebab itu, puluhan warga Desa Muara Lawai, hari ini, Rabu (10/10/18) didampingi oleh Lembaga Aliansi Indonesia mengadakan demo di lokasi tambang perusahaan PT. Banjarsari Pribumi (BP). Dalam aksi demo tersebut, warga Muara Lawai memasang plang batas tanah mereka, memberikan surat tuntutan kepada pihak PT. Banjarsari Pribumi (BP) serta memberikan orasi sedikit kepada pihak perusahaan.

“Ada beberapa tuntutan yang kami tuangkan dalam surat kami tersebut. Apabila dalam waktu 7 hari tuntutan kami tidak diindahkan, maka kami akan kembali dan menduduki lokasi dan menutup paksa operasonal tambang” ujar Aripendi Kuris selaku korlap, Rabu (10/10/18).

Tim Aliansi Indonesia Ust. M. Kanda Budi Setiawan, S. PdI, SH didampingi pengacara Jamaludin Aproni, SH mengatakan, pada tingkat lokal Sumatera Selatan seperti Kabupaten Lahat pasca berubahnya rezim dari rezim kontrak karya dan kuasa pertambangan (KK/KTP) berubah izin usaha pertambangn (IUP) tahun 2009 ditandai dengan keluarnya UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009, sungguh sangat miris sekali bagi masyarakat sekitar tambang.

Baca Juga  KORAMIL MERAPI ADAKAN ACARA SILATURAHIM UNTUK MENINGKATKAN PEMBINAAN MITRA KARIB

Selain hanya menjadi penonton, juga sebagai penikmat pencemaran lingkungan akibat aktifitas penambangan batubara, khususnya di wilayah Muara Lawai. Setidaknya ada 4 IUP seperti PT. Bukit Asam, PT. Budi Gema Gempita, PT.Golden Great Borneo dan PT.Banjarsari Pribumi. Kemudian telah terjadi pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan oleh PT. Banjarsari Pribumi.

“Bahwa PT.BP tidak melaksanakan ketentuan pasal 135, pasal 136 ayat (1)(2) dan pasal 137 UU NO.4 Tahun 2009 tentang mineral dan batubara. PT.BP juga tidak melaksanakan ketentuan pasal 26 ayat (1) hurup (k),(u),(y) permen ESDM No. 34 Tahun 2017 tentang pelaksanaan pertambangan mineral dan batubara. Dan PT.BP tidak melaksanakan ketentuan pasal 29 dan pasal 38 permen ESDM No. 25 Tahun 2018 tentang pelaksanaan pertambangan mineral dan batubara” ujar Ust. M. Kanda Budi dengan semangat.

Baca Juga  REKANNYA DIPECAT SEPIHAK, KARYAWAN PT. MUM MOGOK KERJA

Berdasarkan surat tuntutan masyarakat yang mereka terima, masyarakat Desa Muara Lawai mendesak PT. Banjarsari Pribumi untuk menghentikan aktifitas penambangan batubara di atas lahan warga yang belum diganti rugi, dan mendesak Gubernur Sumsel menerapkan pasal 38 ayat (2) permen ESDM 34 Tahun 2017 dan Pasal 40 (2) Permen ESDM No 25 Tahun 2018 serta masyarakat juga mendesak Bupati Lahat segera memediasi penyelesaian ganti rugi lahan masyarakat Muara Lawai.

Sementara itu, humas PT. BP Joko Sutrisno ketika konfirmasi oleh media mempersilahkan saja jika masyarakat ingin menyampaikan aspirasi mereka. Bahka  mempersilahkan sampaikan ke pemda.

“Kita ikuti apa kata pemda. IUP perusahaan ini atas nama Desa Banjasari. yang menerbitkan IUP adalah Bupati. Kita menyebutkan bupati sudah legal, tidak ada bupati yang abal-abal. jangan ditambanhkan dan dikurangkan apa yang saya katakan. Bukan hanya warga Muara Lawai yang menuntut hak mereka, ada juga warga lain yang sudah puluhan tahun ingin menuntut hak mereka seperti, Desa Gedung Agung, dan Banjarsari,” tegas Joko.

Editor : Zadi

Check Also

Ratusan Anak – Anak Merapi Timur Ikuti Khitanan Massal HUT PTBA-45 Tahun

Author : Release MERAPI TIMUR, LhL – Sebanyak sekitar 100 peserta anak usia 5 tahun …

SMM Panel

APK

Jasa SEO