Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Screenshot_20260820_204927
Screenshot_20260820_204958
Home / LAHAT / Kecamatan Kikim Selatan / MENGAIRI SAWAH, 4 DESA DI LAHAT TERPAKSA MEMBENDUNG SUNGAI

MENGAIRI SAWAH, 4 DESA DI LAHAT TERPAKSA MEMBENDUNG SUNGAI

Author : Nopri

KIKIM SELATAN, LhL – Sungguh kuat tekad dan perjuangan masyarakat di Empat desa di Kecamatan Kikim Selatan Kabupaten Lahat ini. Bagaimana tidak, untuk mengairi sawah di empat desa tersebut, warga terpaksa harus membendung air sungai pangi secara bergotong royong  dengan peralatan seadanya, Senin (23/04).

Keempat desa tersebut  adalah Desa Pandan Arang, Desa Keban Agung, Desa Tanjung Kurung dan Desa Nanjungan Kecamatan Kikim Selatan.

FB_IMG_1524471391167

Menurut Kepala Desa Pandan Arang Alpian mengatakan, ia dan warga dari empat desa lainnya terpaksa membuat bendungan di sungai pangi untuk mengairi sawah mereka. Dikatakan Alpian kegiatan  membuat bendungan tesebut dikenal oleh warga setempat dengan “mapak” atau membuat bendungan manual  di sungai untuk  mengairi sawah.

Baca Juga  ANGGOTA POLRI KE DESA TERPENCIL GUNA JAGA KAMTIBMAS

“oh mapak care bahi untuk ayek masuk ke siring sawah,” ungkap Alpian.

Alpian menyampaikan, bahwa air dari bendungan ini nanti digunakan untuk mengairi persawahan yang menghidari 1.000 hektare di Empat desa.

“Air dari bendungan digunakan untuk sekitar 1.800 hektar sawah terdiri dari 4 desa,” imbuhnya.

Alpian berharap ke depan Kabupaten Lahat memiliki pemimpin yang memprioritaskan kepentingan masyarakat petani dengan membuat irigasi yang  berumur ratusan tahun, sehinggga pembangunan benar benar bisa dinikmati oleh petani.

“Kami berharap misi bupati kedepan prioritaskan usulan kepusat mslh irigasi, kalau  bisa bertahan hinga 100 tahun,” katanya.

Baca Juga  Duduga Stres Ortu Bercerai, Pemuda ini Tewas Gantung Diri

Saat ini, sambungnya, jika masyarakat tidak mau berjibaku bersama sama membuat bendungan, maka tidak bisa menanam padi di sawah.

“Terpaksa gotong royong, kalau tidak, maka gagal persawahan kami,” tambahnya.

Memang, kata Alpian, dulu sudah ada bangunan irigasi dari pemerintahdulu namun itu  tidak panjang usianya.

“Dulu pernah dibangun  irigasi, namun sudah tergerus oleh banjir bandang, sudah 3 tahu ini kami selalu gotong royong membendung sungai panti saat hendak besawah, alhamdulillah saat ini sudah membuat Papakan dan sawah  pun sudah berair, sehingga kami masih bisa bercocok tanam di sawah,” pungkasnya.

Editor : Zadi

Check Also

Ingin Hantarkan Putra Kikim Pimpin Lahat, “Boom.!!!” Dukungan YM-BM di Pagar Jati Meledak

Author : Ujang KIKIM SELATSN, LhL – Luar biasa, Hampir 3.000 massa padati kampanye dialogis …

SMM Panel

APK

Jasa SEO