banner owner
utl
bijak
iklan ut
hd
iklan ut1
Home / LAHAT / Kecamatan Mulak Ulu / HUJAN SEHARIAN, WARGA GERAMAT MEMILIH “GANTUNG KUPING”

HUJAN SEHARIAN, WARGA GERAMAT MEMILIH “GANTUNG KUPING”

Author : Ivi Hamzah

MULAL ULU, LhL- Tahun baru, adalah waktunya bagi masyarakat bersenang senang untuk menghabiskan waktu liburnya, tapi lain halnya dengan bapak-bapak petani yang ada di Desa Geramat, Kecamatan Mulak Ilu yang tak mengenal dengan waktu libur, kecuali cuaca buruk seperti hari ini Senin (01/01/18). Pasalnya, hujan hampir sepanjang hari membuat para petani tidak bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Karena hujan seharian seperti ini, para bapak petani ini lebih memilih menghabiskan waktunya dengan bermain kartu remi, dengan hukuman siapa yang kalah dipasangkan anting-anting alias Gantung Kuping yang dibuat dari barang bekas sebagai tanda kalah dalam bermain.

Menghabiskan waktu dengan diisi permainan seperti ini, tak terasa waktu menunjukkan sudah sore. Kisah tersebut diceritakan Yanari, salah satu pemain. Menurutnya, kalau musim hujan seperti ini mau menjalankan aktivitas seperti ke kebun kopi atau ke sawah tidak bisa. Sebab jalannya jauh, licin dan yang pasti dingin. Makanya dia bersama teman temannya mengisi waktunya bermain remi sebagai hiburan.

Baca Juga  POLSEK MULAK ULU SOSIALISASIKAN BERITA ANTI HOAX

“Ahi ujan sahi lok ini, kite dide tau nak kemane mane, tinggal hiburan segantung cuping sape kalah,” jelasnya sambil bermain.

Padahal, masih cerita Yanari, pagi tadi Ia sudah siap siap mau berangkat ke kebun, bekal nasi sudah disiapkan. Tapi melihat cuaca sudah gerimis, akhirnya niat pergi ke kebun diurungkannya.

“Laju urung ke kebun, awak ibat nasi la besiap tadi, mangke ujan dide benege,” tambah Yanari, dengan logat Mulaknya.

Lain halnya dengan cerita Pak Samsul, pria yang sudah berumur hampir 70 tahun ini menjelaskan pada awak media, bahwa karena Ia sudah tua, mau bolak balik ke kebun sudah tidak kuat lagi. Sebab lokasi menuju kebun, perjalanannya memakan waktu hampir 2 jam. Kalau musim hujan seperti ini, mungkin bisa lebih. Kecuali kalau lagi musim kopi, Ia bermalam di kebun sampai musim panen selesai.

Baca Juga  MENGENANG 7 HARI MENINGGALNNYA ANGGOTA POLSEK MULAK ULU

“Badan la tue ni, dide kuat lagi nak bolak balik ke kebun tu, paling musim kawe kele temalam di kebun sampai udem musim,” jelasnya.

Keseruan para Pak tani ini dalam bermain kartu remi, sepertinya tiada duanya. Karena saking asyiknya, ada yang belum sempat makan siang. Pak Yahok misalnya, yang sedang mendapatkan hukuman gantungan kuping sambil bercanda menuturkan, bahwa Ia dalam posisi kalah, di tambah waktu hujan tak henti henti. Dia belum sempat makan siang. Pernyataan Yahok, tersebut disambut gelak tawa teman temannya, dalam posisi kalah tidak bisa meninggalkan lapak bermain.

“Ahi ujan saje, makan siang belum, bekalung pule. Untung la udem makan pagian,” gumamnya sambil pegang remi.

Untuk diketahui, bahwa permainan bapak bapak petani ini hanya sebatas hiburan belaka, mengisi waktu dan tidak ada unsur judi, guna hiburan semata.

Editor : Zadi

Check Also

Sebanyak 182 KPPS Pemilukada 2024 di Kecamatan Mulak Ulu Resmi dilantik

Author : Ivi Hamzah MULAK ULU, LhL – Bertempat di gedung serbaguna desa Padang Masat …

SMM Panel

APK

Jasa SEO