Author : Imam
MUARA ENIM, LhL – Rabu (6/12/2017), Isu dugaan terjadinya praktik Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) perihal penerimaan Tenaga medis pada tiga Rumah sakit pratama Tipe D Muaraenim, yakni Rumah sakit Pratama Lubai, Pratama Gelumbang dan Rumah Sakit Pratama Semende awalnya dilontarkan oleh salah satu anggota DPRD Muara Enim Umam Fajri via medsos akun Facebook pribadinya.
“Tiga Rumah Sakit Pratama yang sudah diresmikan oleh pemerintah kabupaten muara enim Rumah sakit Pratama Lubai ulu,pratama Gelumbang dan Pratama Semende.alhamdulillah sebentar lagi akan beroperasi dan dapat dinikmati oleh masyarakat, tapi sayang Rekrutmen Tenaga medisnya di duga sarat KKN. Komisi I DPRD Muaraenim akan memanggil Dinas Kesehatan dan Sekda Muaraenim dan meminta untuk membatalkan semua tenaga medis yang direkrut,” Tulis Umam seperti yang dikutip Lahat Hotline.com dihalaman Facebook pribadinya, Senin (27/11/17).
Menanggapi hal itu Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim H Yan Riyadi, terkesan enggan menanggapi status yang ditulis politisi PKS tersebut.
“Silahkan tanya langsung dengan anggota DPRD tersebut, dimana kecurangannya, kan beliau yang katakan itu,” ujar Yan di ruang kerjanya. Selasa (05/12/17).
Menurut Yan Riadi, penerimaan pegawai pada ketiga Rumah Sakit Pratama tersebut sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada.
“Siapa saja yang melamar telah kita lakukan seleksi, tentunya sesuai dengan porsi yang kita butuhkan, misalnya jika ada bidan atau perawat yang melamar tapi tidak melampirkan STR, ya kita coret,” gumamnya
Lanjutnya, gejolak protes yang terjadi pada penerimaan tenaga medis seperti yang terjadi pada rumah sakit pratama Gelumbang, hal itu merupakan sesuatu yang biasa sebagai gejolak. Pihaknya sudah memprioritaskan putra daerah untuk berkerja disana.
“Akan tetapi bagi profesi kedokteren yang belum ada disana, ya terpaksa kita ambil dari daerah lain,” jelasnya.
Adapun jumlah pegawai atau Tenaga medis yang diterima dari seleksi tersebut berkisar 57-70 orang, untuk Per satu rumah sakit.
Pria yang baru saja beberapa minggu menjabat sebagai kepala Dinas pengendalian penduduk dan KB Kabupaten Muara Enim tersebut, juga membenarkan jika ketiga rumah sakit pratama tersebut sudah mulai dioperasikan dimana semua fasilitas gedung termasuk standar pelayanan kesehatan dari rumah sakit pratama, sudah sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Kemenkes.
“Mereka sudah stand by di sana, alat-alat kesehatan sudah ada tinggal penyempurnaan sedikit saja, yang pasti sudah sesuai dengan standar dari pelayanan Rumah Sakit Pratama,” tutup Yan Riadi
Editor : Ahkam
Lahat Hotline






