Author : Repi Black
PAGARALAM, LhL – Survey yang dilakukan dari 2 sampai dengan 7 November 2017 lalu, menurut Pangi Syarwi Chaniago alias Ipang didampingi Rifai, Minggu.(03/12/17) di Villa Wisata Gunung Gare, bahwa hasil research menunjukan potensi calon Wako dan Wawako Pagaralam tahun 2018 melalui Voxpol yang dipimpinnya, diambil dengan sampel 400 responden di Pagaralam.
Hal ini menurutnya, bertujuan memberikan gambaran pada para calon yang masuk nominasi, alias berpeluang besar untuk menjadi kepala daerah tanpa memihak alias netral.
“Kami.(Voxpol) sudah melakukan research di lima kecamatan di Pagaralam secara random”, sebutnya.
Ipang memprediksi, kisaran 27’persen penduduk Kota Pagaralam belum menentukan pilihan pada para calon yang akan bertarung di Pilkada 2018 mendatang.
“Sekitar 27% belum punya kepastian”, katanya.
Diakui Ipang, pihaknya sudah melapor ke KPU Pagaralam untuk kegiatan survey. Karena, jelas dia, pihaknya merupakan lembaga survey yang resmi.
“Jadi, sudah tentu kami akan taati ketentuan dan aturan”, ungkapnya.
Kendati demikian, ketika ditanya soal sumber dan dan nominalnya untuk melakukan survey, Ipang memilih bungkam. Karena dalam melakukan survey pihaknya menggunakan dua metode pendanaan. Yakni dari Internal Voxpol atau donatur alias sponsor.
Diketahui, Dua sumber pendanaan dari Voxpol sendiri atau donatur. Namun saat dicecar soal besaran rupiah, sekali survey dan sumber dana survey di Pagaralam, dia tak mau menyebutkan.
“Oh oh.., kalau itu pertanyaannya rahasia perusahaan”, jawabnya singkat.
Pantauan wartawan di lokasi, sejunlah awak media baik cetak, elektronik maupun online menyimak dengan seksama paparan dari Voxpol yang diisi dengan tanya jawab yang cukup menarik.
Editor : Zadi
Lahat Hotline






