Author : HENDRIADI
MERAPI BARAT, LhL – Jelang tahun anggaran 2018, Pemerintah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Karang Endah Kecamatan Merapi Barat, melakukan Musyawarah Pembangunan Desa (Musdes) guna menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun 2018 (RKP Desa Tahun 2018). Musyawarah ini digelar di kantor Desa, Jum’at (24/11/2017).
Hadir dalam musyawarah ini Camat Merapi Barat Kamran, SE diwakili Kasi Ekobang Chandra, Polsek Merapi AKP Sofiyan Ardeni, SH diwakili Kanit Binmas Aiptu Jujun Junara, Perangkat Desa, Ketua Adat, Alim Ulama, Karang Taruna dan masyarakat desa setempat.
Ketua BPD Karang Endah Bambang kaca ein dalam sambutannya, mengajak kepada peserta untuk bisa mengikuti musyawarah dengan sebaik-baiknya. Bahwa musyawarah ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan RKP Desa Tahun 2018.
“Sampaikan ide ide masyarakat dalam musyawarah ini, supaya apa yang ingin kita kerjakan dapat ditampung, dan ide ide pokok-pokok pembicaraan yang akan dibahas dalam Musyawarah Desa yang akan direncanakan untuk kedepannya,” ungkap Bambang.
Sementara itu, Kepala Desa Karang Endah Fitri Haminsyah mengatakan, agar peserta musrenbangdes menghasilkan skala prioritas program kerja baik terutama Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa supaya masyarakat bisa langsung secara maksimal mendapatkan manfaat dari pembangunan desa.
“Jika program skala prioritas pembangunan bisa diterapkan akan lebih mudah pemerintah desa mengontrol dan menentukan arah kebijakan di tahun depan,” ungkap Kades.
Fitri menambahkan, Musdes diadakan untuk mewujudkan terlaksananya pembangunan desa.
“Pembangunan menjadi prioritas bagi warga Desa Karang Endah, karena tidak semua usulan dari warga bisa di kerjakan dalam satu tahun,” jelas Kades.
Tidak hanya itu, sambung Fitri, bahwa Idealnya, Aspirasi dan Keinginan masyarakat akan tersalurkan melalui Musdes karena kegiatan musyawarah Desa ini adalah merupakan kegiatan Rutin dilaksanakan setiap tahun dan hasil dari musyawarah ini menjadi bahan masukan dalam penyusunan RKP desa untuk tahun berikutnya.
“Ya, dalam acara Musdes agar menghasilkan keputusan yang bermutu, keterlibatan masyarakat tidak sekedar mobilisasi, namun sudah pada tingkat partisipasi aktif, selain itu kesepakatan yang dihasilkan Musdes mampu menjawab isu strategis di desa secara substansi,” pungkas Fitri.
Banyak usulan dari masyarakat disampaikan diantaranya di bidang pendidikan, ekonomi, pertanian dan juga pembangunan secara fisik.
“Semua kami catat dan kami tampung untuk nanti dibawa dalam pembahasan RAPBDes tahun 2018,” ungkap Fitri.
Selain itu dikatakan Fitri, Musdes ini juga untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah laksanakan, agar menghasilkan keputusan yang bermutu dan merakyat serta satu suara.
“Setelah Musdes, kami bersama pemerintah desa selanjutnya akan membentuk tim tim perumus perwakilan dari semua desa dan unsur terkait. Di sana akan kita bahas mana program yang akan diprioritaskan terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Setelah dilakukan pembahasan terhadap materi, seluruh peserta musyawarah desa menyepakati beberapa hal yang berketetapan menjadi kesepakatan akhir dari musyawarah desa dalam rangka penyusunan RKP Desa yaitu, menyepakati hasil Pencermatan RPJMDes dan usulan dari masing-masing masyarakat dari hasil penjaringan door to door dan penjaringan di tingkat desa yang akan dijadikan bahan masukan pada Musrenbangdes.
Peserta musrenbangdes begitu antusias dalam penetapan skala prioritas program kerja pemerintah desa tahun 2018. Masing-masing koordinator memandu jalannya pembahasan materi musrenbang. Musyawarah musrenbangdes berjalan dengan lancar dan hasil dari musrenbangdes berupa berita acara musrenbangdes dari Ketua Panitia MusrenbangDes diserahkan kepada Sekretaris Desa dan nantinya akan dijadikan sebagai rancangan penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Desa Tahun 2018, harapannya penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2018.
Editor : ZADI
Lahat Hotline





