Author : Azhari
MUARA ENIM, LhL – Ratusan pemuda pemudi dan pelajar yang tergabung dalam kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan di Muara Enim, turun kejalan untuk menyuarakan derita kejahatan kemanusian yang telah dilakukan oleh gerombolan manusia tak berprikemanusiaan di Ronghiya Myanmar, pada Kamis (7/9) disepanjang jalan Jenderal Sudirman Muara Enim.
Berbagai aktivis-aktivis organisasi kepemudaan Muara Enim itu yakni KNPI, Pemuda Muhammadiyah, Karang Taruna, FKPSM, BKPRMI, FKPPI, LDK AL Azam STI TAR, BEM se-Muara Enim, Repdem, BMI, KAMMI, KAHMI Pelajar dan lain lain
Dalam aksi damai itu pemuda dan pemudi ini menyuarakan betapa pedihnya derita masyarakat Ronghiya, yang diperlakukan tidak manusiawi secara biadab oleh gerombolan manusia yang mengatasnamakan orang suci Biksu. Para pemuda pemudi Muara Enim ini juga dalam orasinya sangat mengecam dan menuntut agar Myanmar dapat dihukum atas perbuatan keji tersebut.
Selain melakukan orasinya, ratusan pemuda ini menggalang dana dengan meminta uluran tangan dari masyarakat yang melintas untuk sedikit membantu meringankan beban masyarakat Ronghiya.
Ludy Jhansyah SH, ketua karang taruna Muara Enim menjelaskan, gerakan solidaritas yang dilakukan itu murni dari pangilan hati untuk memberikan bantuan serta turut merasakan apa yang diderita oleh masyarakat di Ronghiya.
“Kami membentuk aksi ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap muslim Rohingya yang saat ini tertindas” jelas Ludy
Menurut Ludy, dengan mengumpulkan bantuan-bantuan dari masyarakat sekecil apapun dapat membantu meringankan derita Ronghiya. “Ya nantinya akan kami salurkan ke ACT (Aksi Cepat Tanggap),” terang Ludy.
Hasil pantauan awak media Lahat Hotline, hadir dalam aksi itu ketua KP3ME Ari, ketua FKPPI Muara Enim Evan, ketua KNPI Adransyah dan ketua kepemudaan dan organisasi Muara Enim lainnya.
Editor : ZADI
Lahat Hotline





