Author : ADI
LAHAT, LhL – YLKI akan segera memanggil pihak CFC (California Fried Chicken) yang ada di Citimall, hal tersebut terkait adanya salah seorang konsumen yang merasa dikecewakan oleh pihak CFC. Rencana pemanggilan sendiri disampaikan Ketua YLKI Lahat Raya Sanderson Syafe’i, Selasa (10/01/2017).
Kekecewaan dialami konsumen berawal dari SMS promo produk CFC yang disebarkan Telkomselyang diterima salah seorang warga Selawi bernama Jemi. Setelah mendapatkan SMS Promo dari CFC tersebut dengan percaya diri menunjukan SMS tersebut, namun dengan membeli paket dan harga yang sama pramuniaga menyatakan Free Perkedel + CD Bebi Glenn sudah habis.
Mendengar jawaban seperti itu Jemi selaku konsumen merasa kecewa dan minta konfirmasi pada kepala toko, namun tidak digubris, selanjutnya Jemi mengadukan kejadian tersebut kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
Mendengar kejadian itu Sanderson selaku ketua YLKI, mengimbau masyarakat agar hati-hati terhadap iklan yang cenderung menyesatkan dan merugikan masyarakat.
“Masyarakat sebagai konsumen harus hati-hati dan tidak mudah terbujuk iklan-iklan tak bertanggung jawab di masyarakat. Sebaliknya, aparat Pemerintah khususnya penegak hukum segera bertindak cepat terhadap penyebar iklan tidak bertanggung jawab itu, guna menyelamatkan masyarakat dari kerugian yang lebih besar,” kata Ketua YLKI Lahat Raya Sanderson Syafe’i, saat dihubungi media di Kantornya, Selasa (10/1/2017).
Menurutnya, belakangan beredar iklan dan promosi seperti ini (Ayam (syp/paha bwh),Nasi,Ades Rp.19.545. Free Perkedel. +CD Bebi Glenn Rp.22.727. Tukarkan SMS di CFC CITIMALL. Selama persediaan masih ada. Promo*606#), berpotensi menyesatkan dan merugikan konsumen.
Seharusnya sekelas CFC, menurut YLKI, tidak melakukan promosi yang menghalusinasi konsumen, yakni berupa informasi yang tidak jelas indikatornya dan mengeksploitasi suatu momen, yakni Pembukaan Citi Mall Lahat. Disperindag Lahat dan juga BPSK seharusnya memberikan teguran keras terhadap iklan dan promosi semacam ini, sebab selain berpotensi melanggar hak-hak konsumen, juga berpotensi menabrak UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” pinta Sanderson.
Sanderson menghimbau masyarakat selaku konsumen sebaiknya tidak terkecoh dengan iklan semacam ini. “Berkonsumsilah secara rasional, bukan karena jebakan iklan dan promosi yang eksploitatif oleh pelaku usaha,” tegas Sanderson.
Terpisah, mendengar tudingan itu, manager cabang CFC Citimall Lahat Heriadi membantah jika CFC menghalusinasi konsumen. Menurutnya, pihak CFC memang bekerja sama dengan pihak Telkomsel, dimana pihak Telkomsel membagikan promo tersebut kepada setiap konsumen yang menggunakan kartu Telkomsel.
“Dalam seminggu kita sudah memesan 400 paket untuk dipromosikan, namun yang terjadi belum satu minggu paket untuk promo tersebut sudah habis, misal kita pesan hari senin dari palembang, namun hari rabu paket tersebut sudah habis. Disisi lain pihak Telkomsel yang bekerjasama dengan CFC berkewajiban untuk tiap hari menyebarkan SMS promo setiap harinya, sehingga bagi yang menerima SMS tersebut pada hari jum’at atau Sabtu tentu saja tidak bisa dilayani karena paket sudah habis pada hari Rabu, maka dari itu diterangkan dalam SMS promo tersebut “Selama Promo Masih Ada”. Bagaimana kami mau memberikan pelayanan promo tersebut jika paketnya sudah habis pada hari Rabu,” bantah Heriadi.
Selain itu, imbuhnya, SMS Promo yang diterima masyarakat itu murni dari Telkomsel karena pihak CFC sudah menjalin kerjasama, dan cara kerjanya pun sudah otomatis dari pihak Telkomsel. “Sebenarnya kan sudah tertera dalam SMS Promo tersebut jika persediaan masih ada, saya berharap masyarakat lebih bijaksana dan teliti lagi dalam menanggapi SMS promo seperti ini. Misal, setelah menerima SMS tersebut dan datang kemari untuk membeli promo tersebut, ada baiknya ditanyakan terlebih dahulu apakah promo tersebut masih tersedia atau tidak? Jika tidak ada lagi dan tidak jadi membeli, yaa tidak ada masalah bagi kami, tidak ada paksaan untuk harus membeli,” pungkasnya.
Editor : YADI
Lahat Hotline






