Author : Hendry
MERAPI BARAT, LhL – Tingginya tingkat populasi burung pipit menjadi ancaman bagi petani padi di Desa Tanjung Telang Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat. Soalnya, keberadaan burung yang hinggap di tanaman padi secara bergerombolan dalam jumlah besar itu telah memakan padi petani sebelum dipanen.
“Burung pipit salah satu hama yang paling banyak menyerang tanaman padi kami dibandingkan hama tikus. Selain kehadirannya mengurangi hasil panen, petani juga harus berjaga jaga dari pagi hingga sore hari untuk mengusir hama burung pipit”, kata Bunga salah seorang petani yang sedang berjaga sembari mengusir burung, Senin (15/01/18).
Untuk mengusir serangan burung pipit, sambung Bunga, dirinya menciptakan alat untuk pengusir burung tersebut seperti orang an sawah yang sudah diberi tali, kemudian tali tersebut dirangkai dengan kantong asoy bekas (red- kantong kresek) lalu ditambah dengan kaleng susu bekas yang sudah diisi batu kerikil didalamnya untuk menciptakan efek suara.
“Alat tersebut cukup efektif untuk mengatasi serangan burung pipit. Selain cara pembuatan mudah barang yang kita gunakan adalah bahan bekas yang mudah ditemukan disekitar kita”, terangnya.
Sementara itu, Nopi mengatakan, sekarang ini serangan burung pipit mulai meraja lela. Burung itu menyerang padi berusia enam puluh hari. Dimana padi mulai memasuki masa susu atau berisi.
“Burung ini menyerang biasanya pagi dan sore hari, kalau tidak kita jaga bisa habis padi di makannya, karena burung pipit ini sekali datang dalam jumlah besar dan segerombolan”, ungkapnya.
Namun dengan adanya orang an sawah yang sudah dirangkai itu, menurut Nopi, serangan burung pipit dapat dikendalikan. Petani cukup menarik talinya dengan seketika orang an sawah yang sudah dirangkai dengan kaleng susu yang diisi dengan kerikil akan menimbulkan efek suara sehingga burung pipit akan kabur.
“Saat kondisi seperti ini kalau areal persawahan tidak dijaga dalam hitungan detik hektaran hamparan sawah berisi bulir padi bisa ludes habis dimakan burung. Untuk mengantisipasi itu kami harus berjaga dan sering menarik dan membunyikan alat tersebut. Kami berharap semoga musim panen tahun ini lebih banyak lagi dari tahun sebelumnya”, ungkapnya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





