Author : Jang
LAHAT, LhL – Persoalan Lahan antara masyarakat Desa Tanjung Aur Kecamatan Kikim Tengah Kabupaten Lahat dengan pihak PT. SMS, sepertinya tak akan menemukan jalan keluar, jika hal ini tidak ada tindakan tegas dari pihak terkait.
Informasi terhimpun, perseteruan ini bermula ketika PT SMS menanam pohon sawit di lahan yang menurut warga adalah sah miliknya. Mengetahui itu, beberapa warga pemilik lahan langsung mencegah dan nyaris terjadi bentrok.
Karena tak ingin terjadi kontak fisik, lalu pihak warga melaporkan tindakan PT SMS atas dugaan penyerobotan lahan ke pihak berwajib. Namun hingga beberapa kali dilaporkan, tidak ada satu kesimpulanpun yang memihak pada warga.
Puncak kekesalan warga pecah. Beberapa bulan lalu ribuan masyarakat Kikim Area menggelar demo besar-besaran ke lokasi PT SMS, yang pada akhirnya dilakukan dimediasi oleh pihak Pemkab Lahat, TNI dan Polri. Alhasil, mediasipun tak membuahkan hasil.
Lalu warga mencoba mengadu nasib melalui DPRD Lahat. Kala itu dengan suara lantang dan geram Anggota DPRD asal Dapil VII Kikim Area marah besar pada pihak PT SMS, langkah itupun tetap menemukan jalan buntu.
Waktu terus berjalan, warga hanya bisa berharap pada Pemerintah dan DPRD agar ada titik terang keputusan yang bertabur keadilan.
Tak sampai di situ. Setelah sekian lama perseteruan itu membeku, beberapa hari lalu PT SMS kembali unjuk power dengan kembali menggarap lahan yang disengketakan itu.
Wargapun gusar dan mencegah PT SMS, karena warga menganggap belum ada keputusan sah menurut hukum.
Pihak PT SMS, malalui salah seorang karyawan sempat adu mulut dengan warga, bahkan nyaris terjadi bentrok di lokasi.
Akhirnya warga kembali menyatukan kekuatan dan berencana akan kembali melakukan unjukrasa secara besar besaran.
“Masyarakat Kikim akan mengadakan aksi besar besaran terhadap perjuangan masyarakt Desa Tanjung Aur. Terhadap oknum Pimpinan PT SMS yang selalu menantang warga Kikim untuk buat kegaduhan dan Sara”, ujar Fauzi Azwar perwakikan warga, Jumat (1/5/26) pagi.
Hal senada, juga disampaikan Suhendi yang juga perwakilan warga. Dikatannya, semua pemilik lahan sudah berkumpul dan bersepakat untuk melakukan demontrasi ke Kantor Pemda Lahat juga ke PT SMS.
“Massa sekitar 2000 orang. Aksi akan digelar pada tanggal 5 Mei nanti pukul 10.00, sesuai Surat Pemberitahuan yang susah kami sampaikan ke para pihak”, tutupnya.
Editor : RON
Lahat Hotline





