Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Screenshot_20260820_204927
Screenshot_20260820_204958
Home / EKONOMI / Pensiun dari PT. KAI, Samsuri : Selamat Tinggal Gerbong Kereta, Selamat Datang Mesin Las
Tampak Samsuri sedang beraktifitas (Insert Teralis Produksinya). Foto : By Prima

Pensiun dari PT. KAI, Samsuri : Selamat Tinggal Gerbong Kereta, Selamat Datang Mesin Las

Author : Prima

LAHAT, LhL – Setalah pensiun dari Perusahaan PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI), warga Desa Ulak Lebar, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat ini mulai menggeluti dunia usaha bisnis Bengkel Las Tralis yang bernama Wahyu Teralis yang beralamat di Desa Ulak Lebar. Bisnis ini memiliki prospek yang cukup baik di masa depan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pembangunan konstruksi, sehingga masyarakat banyak memerlukan jasa pengelasan untuk membuat pagar, tralis, kanopi, dan lain sebagainya.

Bisnis inilah yang didirikan oleh Samsuri (60) pada tahun 2020 yang biasa dipanggil Pak Sam. Menurut dia, usaha yang ia jalankan dirumahnya ini, adalah upaya untuk menambah penghasilan untuk keluarganya.

Baca Juga  KAJARI LAHAT SILATURAHMI KE SEKRETARIAT PWI LAHAT

Pak Sam pun memulai usaha ini dengan pengalamannya saat dirinya pernah kulih buruh harian dengan keluarga nya, dengan sungguh-sungguh ia pergi merantau ke Sumatera Selatan dan memulai bekerja, sempat berhenti ia bekerja di PT.KAI setelah 30 tahun bekerja akhirnya ia pensiun. Setalah pensiun dirinya membuka usaha Tralis di Desa Ulak Lebar.

”Usaha wahyu teralis ini belum lama kami jalan. Alhamdulillah warga banyak memesan tralis kepada kami untuk untuk dibuatkan Pagar, Kanopi, Teralis, dan lain-lain yang berbahan dasar besi hollo” ungkap Pak Sam, dibincangi pada Senin (04/07/22) di kediamannya.

Ia pun sangat bersyukur, meski dimasa pandemi dan juga di usia udah tua akan tetapi pemesan yang menggharapkan jasanya cukup lumayan banyak.

Baca Juga  SOAL PARKIR, AYING NYARIS BENTROK DAN AKAN GELAR AKSI

“Alhamdulillah, karena masih banyak yang memesan jasa saya untuk dibuatkan Pagar besi serta kanopi dan lain-lain,” terangnya.

Diceritakan Samsuri, jika sebelumnya ia bekerja di PT KAI selalu mengawasi reparasi gerbong kereta, namun kini ia harus bergelut dengan listrik dan behel.

“Ya, saat di PT KAI saya sebagai Supervisor tiap hari melakukan pengawasan terhadap karyawan lain yang memperbaiki gerbong kereta Api. Tapi sekarang, saya sudah akrab dengan mesin las dan besi behel”, tutup Samsuri.

Editor : Ron

Check Also

Sebanyak 900 Calon Sarjana Ikuti OSMB Universitas Terbuka di Salut Lahat

Author : Nop LAHAT, LhL – Sebanyak lebih dari 900 Maba (Mahasiswa Baru) universitas terbuka …

SMM Panel

APK

Jasa SEO