Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Screenshot_20260820_204927
Screenshot_20260820_204958
Home / REGIONAL / PAGAR ALAM / Bubus Tebat Garaman, Tradisi Leluhur Desa Gunung Agung Tengah Dempo Utara Pagaralam

Bubus Tebat Garaman, Tradisi Leluhur Desa Gunung Agung Tengah Dempo Utara Pagaralam

Author : Toni Ramadhani

PAGARALAM, LhL – Tradisi “Bubus Tebat Garaman” yang ada di Desa Gunung Agung Tengah, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam. Adalah tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu sampai sekarang masih dipertahankan masyarakat ditengah era digitalisasi seperti saat ini.

Tradisi Bubus Tebat Garaman ini dilaksanakan setiap tahun menjelang hari raya idul adha.

Selain banyak warga yang mengadu keberuntungan, mencari ikan saat air kolam surut menjadi daya tarik tersendiri.

Pantauan lahathotline.com dilokasi, ratusan masyarakat secara bersamaan menyerbu kolam saat air mulai surut, mereka berlomba-lomba mencari ikan di Tebat Garaman. Rabu (4/6/25)

Baca Juga  VIRAL : Ikut Berkampanye, Sejumlah ASN di Lahat Langgar Aturan

Tebat Garaman tersebut merupakan milik warga Desa Gunung Agung Tengah. Namun pada momen tertentu semua masyarakat Desa Gunung Agung Tengah diperbolehkan mengambil ikan di acara Bubus Tebat tersebut.

Didi Bakri mengatakan, jika tradisi Bubus Tebat Garaman merupakan tradisi lama yang sampai saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Gunung Agung Tengah.

“Tebat Garaman ini adalah kolam ikan yang dari zaman nenek moyang merupakan kolam ikan atau danau yang dimiliki oleh masyarakat Desa Gunung Agung Tengah” ujarnya.

Bahkan sejak zaman nenek dulu hanya masyarakat Desa Gunung Agung Tengah saja yang punya hak untuk menguras dan mengambil ikan di Kolam tersebut.

Baca Juga  Vendor Dan Kontraktor PTBA Ikuti Sosialisasi Pengendalian dan Pencegahan Covid-19

“Hanya masyarakat Desa Gunung Agung Tengah yang boleh dan bisa menguras kolam ini. Karena itu sudah menjadi tradisi sejak zaman dulu,” katanya.

“Jika dinilai ikan yang diambil oleh panitia sudah cukup. Maka masyarakat desa baru diperbolehkan untuk turun kekolam untuk mencari ikan,” ungkapnya.

Bahkan dijelaskan Didi untuk menguras Tebat Garaman itu sendiri hanya boleh pada saat dua momen saja yaitu menjelang Idul Fitri dan Idul Adha seperti sekarang.

Editor : RON

Check Also

PWI Sumsel Buka Program Reaktivasi KTA, Anggota yang Sudah Tidak Aktif Bisa Kembali Bergabung

Author : Roll PALEMBANG, LhL – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan membuka kesempatan bagi …

SMM Panel

APK

Jasa SEO