HIMBAU
UTKU
lebaran
hd
Home / REGIONAL / Pemilik Ilegal Refinery di Keluang, Bersedia Tempat Penyulingan Dibongkar Petugas

Pemilik Ilegal Refinery di Keluang, Bersedia Tempat Penyulingan Dibongkar Petugas

Author : Nopi

MUSI BANYUASIN, LhL – Berkat pendekatan persuasif yang dilakukan oleh Kapolsek Keluang Akp. Hendra Sutisna SH yang belum genap satu bulan menjabat sebagai Kapolsek Keluang, pada hari Kamis (02/02/2024) satu orang warga atas nama Imron, yang merupakan salah satu pemilik masakan/penyulingan minyak Ilegal ( ilegal refinery) di Keluang, bersedia melakukan pembongkaran secara mandiri tempat penyulingan minyak ilegal miliknya.

Sebagaimana halnya sudah menjadi kebijakan Kapolda Sumsel Irjen pol A. Rachmad Wibowo Sik agar tidak ada lagi kegiatan ilegal refinery, dikarenakan dampaknya selain membahayakan keselamatan, melanggar undang-undang, juga merusak lingkungan dan merugikan negara.

Baca Juga  Sampaikan Tiga Tuntutan, Mahasiswa Pagar Alam Datangi Kantor Dewan

Menyikapi hal ini sebelum upaya penegakan hukum Kapolsek melakukan langkah-langkah persuasif dan himbauan kepada masyarakat pemilik tempat penyulingan ilegal untuk menghentikan kegiatannya.

Kapolres Muba Akbp. Imam Safii Sik. Msi. melalui Kapolsek Keluang Akp. Hendra Sutisna SH. saat dikonfirmasi hari Jumat (02/02/2024) membenarkan adanya warga Keluang yang bersedia membongkar tempat masakan minyak atau penyulingan minyak ilegal miliknya.

“Kami berterimakasih kepada warga yang telah mau merespon himbauan yang telah kami sampaikan, yang dengan kesadarannya sendiri mau membongkar tempat masakan minyak miliknya tanpa paksaan, harapan kami hal ini dapat diikuti oleh warga lain yang masih melakukan kegiatan ilegal refinery, karena kegiatan tersebut selain melanggar undang-undang, juga membahayakan jiwa manusia, merusak lingkungan dan merugikan negara,” Jelasnya.

Baca Juga  H-8 Ramadhan, PWI Lubuklinggau Kembali Bagikan Ratusan Takjil dan Nasi Kotak

Hendra menambahkan selama dua Minggu ia menjabat Kapolsek Keluang sudah 2 tempat masakan minyak ilegal yang dibongkar secara mandiri, sisanya memang masih banyak, namun demikian kami selalu melakukan pendekatan secara persuasif, dari hati ke hati dan berharap muncul kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

“Apapun namanya masyarakat ini adalah masyarakat kita sendiri, yang dalam proses kegiatannya kami selalu melibatkan unsur terkait seperti pemerintahan desa maupun kecamatan dan juga TNI dalam hal ini Babinsa,” tambahnya(Nopri).

Check Also

Muba Pacu Transformasi SDM, Kolaborasi dengan Kemenhub Cetak Taruna Siap Pakai

# Program Unggulan Bupati Toha, Beasiswa dan Penempatan Lulusan untuk Perkuat Layanan Publik. Editor : …

SMM Panel

APK

Jasa SEO