Home / HUKUM & KRIMINAL / Proyek Mangkrak, Warga Resahkan Nyamuk DBD

Proyek Mangkrak, Warga Resahkan Nyamuk DBD

Author : Ujang

LAHAT, LhL – Warga RT 17 RW 03 Kelurahan Pagar Agung Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, tepatnya di sekitar turunan kompleks Akper merasa resah dengan adanya pembangunan drainase atau parit saluran pembuangan air yang tidak diselesaikan kontraktor alias mangkrak.

Menurut warga setempat, Hantriansyahuri, mangkraknya proyek pembangunan parit tersebut membuat saluran air menjadi mampet karena struktur bangunannya yang tidak sesuai dengan umumnya parit saluran pembuangan air. Akibatnya, banyak nyamuk yang bersayang di selokan itu dan menyebabkan mewabahnya penyakit demam berdarah.

“Assalamualaikum, mohon bantuannya pak. Pembagunan siring (Parit) pembuangan jadi kayak kolam. Bahkan ada siring yang semula sudah diukur dan dikeruk, malah info dari kepala tukangnya tidak dilanjutkankan. Katanya karena kouta sudah dalihkan, akibatnya air tidak mengalir ke pembuangan akhir. InI jadi sarang nyamuk, kasihan warga dan anak-anak, bahkan sudah ada yang terkena demam berdarah di lingkungan sekitar. Untuk berita realnya, kami warga siap bantu di lokasi. Perlu PU turun langsung didampingi media, biar tidak ada yang dimanipulasi”, ungkap Hantriansyahuri via massanger, Kamis (4/1/23) dengan menyertakan video tentang proyek tersebut.

Baca Juga   AGAR LEBIH SEHAT FOKUS BELAJAR, DINKES ‎BAGI BAGI SUSU BOTOL PADA SISWA SD

Padahal, lanjutnya, proyek itu baru saja dikerjakan oleh CV Ajoen dengan APBD-P melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Lahat tahun 2023 sebesar Rp.473.353.000,-. Namun demikian, proyek tersebut tidak diselesaikan dengan baik dan terkesan dikerjakan asal jadi

“Dikerjakan awal bulan 12, Pak. Kalau tidak salah, itu seharusnya sudah selesai tahun kemarin”, terangnya.

Baca Juga   ANAKNYA DIDUGA DICABULI, ORTU LAPOR KE POLISI

Mendapat informasi ini, awak media ini langsung mengkonfrimasi kepada Limrah selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Lahat. Menurutnya, proyek tersebut akan dilanjutkan dengan anggaran tahun berikutnya.

“InsyaAllah akan dilanjutkan. Siap, terima kasih banyak infonya”, jawab Limrah via WhatsApp.

Awak media ini, selaku pengontrol sosial secara eksternal di masyarakat sangat menyayangkan ulah kontraktor seperti ini terjadi. Terlebih pada papan proyek tersebut tidak dituliskan volume panjang pekerjaannya paritnya, ini bisa merugikan keuangan APBD Lahat.

Editor : RON

Check Also

Coffee Morning, Pj Bupati Lahat : Isi Moment HPN Dengan Berita Membangun Lahat Bermartabat

Author : BRP LAHAT, LhL – Untuk mempererat tali silaturahim antara Pemerintah Daerah, Forkopimda dan …

SMM Panel

APK

Jasa SEO