Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Screenshot_20260820_204927
Screenshot_20260820_204958
Home / HUKUM & KRIMINAL / Duduga Stres Ortu Bercerai, Pemuda ini Tewas Gantung Diri

Duduga Stres Ortu Bercerai, Pemuda ini Tewas Gantung Diri

Author : Ujang

KIKIM SELATAN, LhL – Diduga akibat tekanan jiwa (Stres) hadapi persoalan keluarga karena kedua orang tua (Ortu)nya bercerai, Joni Iskandar (21) pemuda asal Desa Banuayu Kecamatan Kikim Selatan ini ditemukan tewas gantung diri di plafon rumahnya dengan, Kamis (18/11/21) sekitar pukul jam 02.00 WIB.

Menurut keterangan Kapolres Lahat, AKBP. Achmad Gusti Hartono, SIK didampingi Kapolsek Kikim Selatan melalui Kasi Humas, Iptu. Sugianto yang disampaikan Kasubsi Penmas, Aiptu. Liespono, SH. Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di atap dapur rumah neneknya, Amalia (75).

“Leher korban tergantung menggunakan tali kinjar yang terbuat dari bahan karung warna putih, mengunakan baju kaos motif loreng hijau, jaket warna hitam, celana panjang warna putih, lidah menjulur dan keluar cairan dari kemaluannya”, kata Lispono.

Baca Juga  Wabup Buka Kegiatan Pembinaan Guru Ngaji di Hotel Buser

Sebelumnya, korban terlihat oleh si nenek Amalia sekira jam 01.00 WIB. Saat itu, korban pulang dari rumah Tarmin (57) yang merupakan kakak dari ibu korban. Sekira jam 01.30 WIB, korban tiba di rumah nenek Amalia dan kemudian neneknya tidur.

Sekira jam 02.00 WIB, saat neneknya terbangun dari tidur dan menemukan korban dalam keadaan tergantung pada atap dapur yang kemudian menghubungi keluarga dan masyarakat sekitar. Pukul 02.30 WIB, Polsek Kikim Selatan menerima telpon dari Kepala Desa Banuayu, Yudi Sukandar yang memberitahukan perihal kejadian. Kemudian Personil Polsek Kikim Selatan langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga  Bupati dan Wakil Bupati Lahat Hadiri Rapat Paripurna Ke-12 DPRD Lahat Masa Sidang Kedua T2025

“Saat Petugas tiba di TKP, mayat sudah diturunkan dengan kondisi sudah meninggal Dunia. Petugas didampingi dan dibantu oleh keluarganya bernama Buca (30), Tani, Sukardi (55) untuk mengevakuasi korban dengan disaksikan Kepala Desa Banuayu.

“Atas permintaan Risa Kartini (38) selaku ibunya, korban tidak akan di Visum atau dioutopsi dan akan dikebumikan hari ini Kamis tanggal 18 Nopember 2021 di Desa Banuayu Kecamatan Kikim Selatan”, tutur Lispono.

Untuk motifnya, sambung Lispono, sementara ini diduga karena stres menghadapi masalah keluarga, karena orang tuanya sudah bercerai dan korban tinggal bersama neneknya.

“Itu baru dugaan sementara”, tutupnya.

Editor : RON

Check Also

Buntut Pemberitaan Kasus Puskesmas Pajar Bulan, Jurnalis Lahat Hotline Mendapat Ancaman Melalui Messenger Facebook

Author : Toni Ramadhani LAHAT, LhL – Langkah penegakan keterbukaan informasi publik dan kontrol sosial …

SMM Panel

APK

Jasa SEO