Author : SMSI
MERAPI TIMUR , LhL – Kompensasi uang debu tak kunjung terealisasi membuat Emak emak di Kecamatan Merapi Timur nekad melakukan unjuk rasa, Jumat sore (23/7) untuk menyuarakan tuntutan mereka walaupun kabupaten Lahat saat ini sedang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

Tak ayal rencana aksi unjuk rasa Emak- emak yang berjumlah 30 orang saat PPKM sedang diterapkan di Kabupaten Lahat tersebut membuat aparat Kepolisian turun tangan mengamankan situasi supaya tidak terjadi hal -hal yang tidak diinginkan.
Alhasil aksi demo Emak- emak yang bisa menyebabkan terjadinya kemacetan bagi pengguna lain jalan raya tersebut berhasil dihalau Polsek Merapi dan Satlantas Polres Lahat dan berhasil mengurai kemacetan yang pada awalnya sempat terjadi.
Menurut Kapolres Lahat AKBP, Achmad Gusti Hartono SIK melalui Kasubsi penmas Humas polres lahat Aiptu. Lispono SH ketika dikonfirmasi memberikan penjelasan sebagai berikut
“Hasil penggalangan yang dilakukan oleh Polsek Merapi Barat terhadap rencana aksi UNRAS emak emak berhasil dibubarkan, Sat Lantas berhasil mencegah terjadinya kemacetan namun satuan yang lain dari polres lahat tetap menuju lokasi rencana aksi untuk melakukan langkah langkah antisipasi keamanan lainnya,” terang Lispono.
Pada waktu yang bersamaan di Mapolres lahat pada pukul 19.30 Wib Waka Polres Lahat KOMPOL JOSSY ANDRIANTO.SST.MM memimpin Apel kesiap siagaan terkait aksi unjuk rasa yang dihadiri oleh jajaran perwira utama polres lahat.
Sampai berita ini diturunkan personil Polres lahat masih bertahan di lokasi sebagai antisipasi lanjutan jika terjadi aksi susulan.
Editor : Ron
Lahat Hotline








