Author : Ujang
LAHAT, LhL – Lagi-lagi, peristiwa menyakitkan akibat ulah management Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat menimpa keluarga pasiennya. Kali ini pasien atas nama TH (41) warga Merapi yang harus menerima cobaan tersebut. Peristiwa terjadi pada 31 Januari 2020 lalu. Saat itu, sejak sekitar pukul 14.02 WIB pasien dimaksud harus dirujuk ke RS Siti Hodijah Palembang, namun diduga karena sopir ambulanc dan perawat rujukan yang bertugas sedang dalam keadaan tidak siap, maka pasien terpaksa diberangkatkan sekitar pukul 21.15 WIB.
Tertundanya rujukan pasien ini, lantaran petugas rujukan yang semestinya adalah perawat atas nama YRV tidak bisa berangkat sesuai jadwal, karena dirnya mengaku sudah merasa kecapean juga sehabis merujuk pasien. Oleh YRV yang memang bertugas sore itu, sekitar pukul 19.28 WIB tugas merujuk ditawarkannya kepada perawat lain bernama RN yang kebetulan akan bertugas pada malam harinya.
Berdasarkan komunikasi via WhatsApp antara YRV dengan RN, redaksi dapat mengutip serangkaian perbincangan keduanya.
YRV : “Yuk galak merujuk ke Palembang”
“P”
“P”
RN : “Iyo” “Jadi”
YRV : “Ok Yuk”
Atas dasar permintaan YRV itulah, RN langsung membuat laporan Kepada Rosalina selaku Kepala IGD dan bergegas berangkat merujuk pasien yang saat itu memang butuh pelayanan intensif dari perawat. Kendati demikian, keluarga pasien sempat emosi karena pasien sudah menunggu lama untuk dirujuk.
“Waktu aku mau membawa pasien itu, salah satu keluarga pasien sempat marah dan kecewa karena sudah terlalu lama menunggu. Kato keluargo pasien, ngapo dak berangkat-berangkat ni, apo masalahnya. Lah dari tadi kami nunggu dak katek kejelasan. Bapak aku tuh lah dak ketahanan. Coba kalo keluarga kamu”, beber RN pada Jumat (7/2/2020), sembari menirukan kata-kata keluarga korban saat itu.
Sayangnya perjalanan merujuk tersebut baru kira-kira sampai di seputar Super Market Pasar Baru Kota Lahat, tiba-tiba RN mendapat perintah dari Rosalina, agar YRV yang berangkat merujuk pasien itu, bukanlah RN. Mendapat perintah dari atasannya, RN yang merupakan perawat Tenaga Kerja Sukarela (TKS) ini langsung meminta kepada sopir ambulanc untuk putar arah menuju ke RSUD Lahat lagi.
Menurut RN, selain dirinya sebagai perawat memang punya rasa tanggung-jawab terhadap profesinya, dirinya juga berniat membantu rekannya RYV yang tidak bisa pergi merujuk. Hanya saja karena dirinya bertugas malam hari, maka ia terpaksa berangkat sesuai jadwal dinasnya.
“Aku mau pergi merujuk pasien yang sudah menunggu dari siang itu, karena atas permintaan YRV. Dan yang meminta aku berangkat 20.30 WIB saja, agar tidak dimarah oleh Bu Rosa. Sedangkan sopir ambulanc saat itu sekitar pukul 18, sudah siap berangkat. Ketika semuanya sudah terjadi, kok malah aku yang selalu disalahkan. Parahnyalagi, aku bertugas selalu dikait-kaitkan dengan masalah pribadi aku yang belum tentu kebenarannya”, imbuh RN sedih.
Pendek cerita, sambung RN, setelah dirinya dan pasien kembali ke RS, YRV pun berangkat merujuk pasien itu sesuai permintaan Bu Rosa. Akan tetapi, karena sampai di sekitar Desa Ulak Lebar pasien tersebut muntah-muntah terus, lalu keluarga pasien minta balik lagi ke IGD alias tidak jadi dirujuk ke Palembang.
“Terus pasien dibawa pulang ke rumahnya oleh pihak keluarga. Bahkan saat akan diantar menggunakan ambulanc, keluarga pasien langsung menolaknya dan pakai mobil sendiri. Nah, dari situlah awal kisruhnya perawat di IGD RSUD Lahat itu. Aku selalu dipojokkan setiap ada komunikasi di group WA, aku dituding macam-macamlah. Akhirnya aku sudah tidak tahan lagi dengan kondisi itu, seolah-olah aku ini selalu salah. Padahal aku kerja sesuai perintah dan atas permintaan YRV, tapi mungkin karena aku hanya seorang TKS, lalu YRV dan Bu Rosa berbuat seperti itu padaku”, ungkapnya sedih.
Dikonfirmasi terkait persoalan ini, Rosalina selaku Kepala IGD mengakui jika memang ada peristiwa tersebut terjadi. Menurutnya, ia sudah berkomunikasi dengan dr. Erlinda selaku Direktur RSUD Lahat.
“Ini persoalan sudah kami laporkan pada Bu Direktur, biarkan management kami yang akan menyelesaikan persoalan ini. Yang saya sesalkan, kenapa berita tentang ini harus melebar hingga ke pihak media. Besok Bu Direktur masuk kerja akan kami rapatkan masalah ini”, terang Rosalina, dikonfirmasi di ruang kerjanya pada tanggal 3 Februari lalu.
Senada, saat ditanya persoalan yang sama, Direktur RSUD Lahat, dr Erlinda juga mengaku akan menyelesaikan masalah itu melalui management internal RSUD Lahat saja.
“Waalaikumsalam…. Pak Ujang… terimakasih atas infonya, biarlah kami yang menyelesaikannya masalah nya dulu”, jawab Erlinda via pesan singkat di WhatsApp.
Sedangkan YRV sendiri, ketika awak media mencoba ingin mempertanyakan kebenaran tentang tawarannya pada RN untuk menggantikannnya merujuk ke Palembang, YRV hanya mengirimkan selebar kertas bertuliskan pernyataan yang tidak jelas.
Untuk diketahui, bahwa sepanjang bergulirnya kekisruhan dalam lingkup IGD RSUD Lahat tersebut, ada beberapa komunikasi antara Rosa selaku Kepala IGD dengan salah seorang sopir ambulanc yang sangat tendensius dan terkesan menfitnah. Untuk lebih lanjut, baca berita di portal ini berikutnya.
Editor : RON
Lahat Hotline





