Author : Ivi Hamzah
MULAK ULU, LhL – Menindak lanjuti keluh kesah warga Desa Air Puar terkait telah terjadinya penggerebekan Kades Air Puar (H) dan Kades Lesung Batu (EK) pada malam Selasa (06-01-2020) dikediaman Kades Lesung Batu yang diduga telah melakukan hubungan gelap, yang berujung kedua oknum Kades tersebut digelandang ke Mapolres Lahat. Maka malam ini Rabu (08-01-2020) BPD Desa Air Puar Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat Propinsi Sumatera Selatan menggelar musyawarah desa yang bertempat di Masjid At-Takwa Desa Air Puar.
Rapat yang dihadiri seluruh Anggota BPD, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat, Lembaga Adat, Karang taruna dan seluruh kepala keluarga warga Desa Airpuar.
Tampak sebelumnya kondisi rapat diwarnai cukup alot karena BPD sempat bersitegang dengan H (Kades), dikediamannya. Masyarakat yang sudah lama menunggu ditempat rapat, berniat akan menyusul BPD yang diduga diancam oleh sang Kepala Desa. Namun belum sempat menyusulnya, seluruh anggota BPD sudah tiba ditempat rapat.
Guntur selaku Ketua BPD Desa Air Puar dalam sambutanya mengatakan, sebelumnya ia minta maaf karena dirinya merasa terancam oleh sikap Kades, dan dirinya siap mundur kalau tanpa perlindungan dari warga. Oleh karena itu, ia meminta pada masyarakat Desa Air Puar untuk siap memberikan kesepakatan dulu sebelum rapat pengajuan pemberhentian Kepala Desa diajukan ke Bupati Lahat.
“Kami ini punya keluarga, punya famili yang harus kami lindungi, kami tidak mau gara-gara ini kami di teror kami di ancam,”Paparnya.
Akibat insiden ini akhirnya peserta rapat bersepakat membuat surat pernyataan perlindungan kepada segenap Anggota BPD dan Prangkat Desa dari ancaman yang tidak diinginkan di atas materai 6000, yang di tandatangani seluruh warga.
Akhirnya setelah melalui musyawarah mendapatkan kesepakatan, bahwa masyarakat Desa Air Puar sepakat untuk meminta Bupati Lahat untuk memberhentian Heriandi dari jabatan Kepala Desa Air Puar secara tidak hormat melalui surat pengajuan yang ditandatangani.
Adil, selaku mewakili masyarakat desa yang hadir mengatakan, bahwa kesepakatan ini adalah kesepakatan yang terbaik dan secepatnya harus dilaksanakan. Karena atas kejadian yang amat memalukan tadi malam, sang kepala desa sudah mencoreng nama baik Desa Airpuar, dan mendzolimi masyarakat.
“Kami akan dukung sampai permasalahan ini sukses dan kepala desa benar-benar diberhentikan dari Jabatanya”, tegas Adil ditengah rapat.
Masih kata Adil, dan apabila kalau sampai kepala desa tidak diberhentikan secepatnya oleh pemerintah, maka masyarakat akan melakukan unjuk rasa sampai tuntutan ini dikabulkan.
“Kami bersama masyarakat desa air Puar akan mengadakan unjuk rasa ke kantor Bupati Lahat sampai tuntutan kami berhasil,” pungkasnya.
Sebagai bentuk dukungan yang kongkret seluruh warga yang hadir membrikan sumbangan dana alakadarnya, untuk ongkos mengantarkan berkas permohonan pemberhentian Kades Air Puar.
Editor : Ron
Lahat Hotline





