Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Screenshot_20260820_204927
Screenshot_20260820_204958
Home / LAHAT / Kecamatan Kota Lahat / DIGILAS PULUHAN TON, JALUR LAHAT-PAGARALAM TERANCAM HANCUR

DIGILAS PULUHAN TON, JALUR LAHAT-PAGARALAM TERANCAM HANCUR

Author : Din/CJ

LAHAT, LhL – Indikasi hancurnya jalan lintas jalur Lahat – Pagaralam sepertinya tidak lepas dari campur tangan PT Suprem Energi. Pasalnya, perdua malam mobil yang mengangkut alat berat seperti, pasak bumi, eksapator, rangka baja dan lain lain melintas di Jalinteng dengan kapasitas tonase mencapai 40 – 50 Ton. Sehingga, hancurnya Jalinteng seperti saat ini jelas diduga akibat belasan mobil milik PT Suprem Energi yang melintasi dengan pengawalan mobil milik Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lahat, kapasitas puluhan.

Seperti yang terjadi pada Selasa (2/4/2019) malam sekitar pukul 21.22 WIB, belasan mobil dengan berat mencapai Puluhan Ton ini, melintas di jalan yang kondisinya jalan masih padat pengendara.

“Jelas kami merasa terganggu dengan belasan unit mobil yang melintas masih dalam kondisi jalan ramai. Dan, tidak menutup kemungkinan amblasnya jalan kita baru baru ini, sepertinya terindikasi tak lepas dari mobil mobil yang lewat dengan kapasitas puluhan ton,” kata Banasir (37) warga Kota Lahat yang berhasil dibincangi wartawan.

Baca Juga  JAJAL SIRKUIT MANGGUL, PEMBALAP LEVEL ASIA JUGA IKUTI EVENT ASWARI PRIX CUP

Selain itu, sambung Banasir, banyaknya jalan hancur mulai dari Desa Muara Siban, Jati Lama, Jati Baru, Kuba, Karang Dalam, Tanjung Sirih, Lubuk Sepang, Pulau Pinang, dan Desa Tanjung Mulak selama ini, tidak menutup kemungkinan diduga akibat PT Suprem Energi.

“Jelas semua ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Belasan mobil yang melintas masih dalam keadaan ramai masyarakat dan membuat sedikit macet jalan ini. Apa yang sudah dibangun di Suprem Energi untuk Kabupaten Lahat,” tanya Banasir lagi.

Baca Juga  BUPATI LAHAT TERIMA AUDIENSI BERSAMA KEPALA BALAI PUPR WILAYAH SUMATERA SELATAN

Sementara, Humas PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) M Goerilla Tan dikonfirmasi menjelaskan, semua mobil yang melintas tidak berat, karena gandernya banyak. Jadi, beban dibagi jumlah gandar sehingga masing masing gandar membawa beban yang sama.

“Seperti ini dindo, kalau beratnya 40 ton maka dibagi lima gandar jadi satu gandar membawa 5 Ton. Jangan khawatir soal itu sudah ada ahlinya,” kilah Humas PT Supreme Energy.

Ia menjelaskan, jadi dengan pembagian yang beban yang rata ini, tidak akan menghamcurkan Jalinteng. Untuk pengawalan dijalan tidak perlu khawatir sudah ada pihak pihak yang ahli dibidang jalan.

“Tapi, tidak perlu diekspos. Karena hal ini sangat teknis yang tidak gampang dimengerti oleh orang orang yang awam,” pungkasnya.

Editor : Ahmad

Check Also

Widia Ningsih : Semoga Pengurus IPPAT MP2EL dapat Menambah Sinergitas dengan Pemerintah Daerah

Author : Jang LAHAT, LhL – Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih, SH, MH menghadiri kegiatan …

SMM Panel

APK

Jasa SEO