Home / LAHAT METROPOLIS / Kecamatan Merapi Timur / SAWAH TERCEMAR LIMBAH, WARGA TUNTUT TANGGUNGJAWAB PT.PE

SAWAH TERCEMAR LIMBAH, WARGA TUNTUT TANGGUNGJAWAB PT.PE

Author : Karel

MERAPI TIMUR, LhL – Kehadiran sebuah perusahaan di lingkungan sekitar pemukiman sudah tentu diharapkan agar bisa mendapatkan nilai positif bagi warga, terutama bagi warga di mana tempat perusahaan tersebut beroperasi. Kendati demikian sejatinya, tak sedikit juga keberadaan perusahaan justru menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat umum.

Beroperasinya PLTU Priamanaya Energi, misalnya. Perusahaan yang berlokasi di kawasan Desa Keban Agung, Kecamatan Merapi Timur ini, dinilai warga setempat telah merugikan warga, hingga bisa berdampak pada kerusakan tanaman padi. Pasalnya, limbah produksi peeusahaan diduga telah mencemari persawahan warga. Bahkan, warga merasa kecewa atas janji-janji penggantirugian bagi warga oemilik sawah belum direalisasikan oleh pibak PT. PE.

IMG-20180122-WA0053

Serul, salah satu warga yang sawahnya terkena limbah tersebut mengaku sangat mengeluh akibat atas kelalaian pohak perusahaan. Karena menurutnya, akibat kelalaian itu tanaman padinya terancam rusak.

Baca Juga  DIGUYUR HUJAN, AKSES MENUJU LEMATANG JAYA RUSAK PARAH

Tidak ada kata yang indah di saat warga mengalami permasalahan yang harus ditanggung sendiri seperti ini. Adanya dugaan limbah yang disebabkan oleh PLTU Priamanaya Keban Agung ini, masyarakat mengalami kerugian”, kata petani sawah yang tercatat sebagai warga Frsa Telatang ini, Senin (21/1/18).

Ia menilai, di sawahnya telah ditemukan pencemaran limbah sejak tanggal 1 Desember 2017 silam. Namun hingga saat ini, pihak PLTU Priamanaya Energi belum menunjukan tanggung jawabnya.

“Kondisi ini sangat disesalkan oleh warga, apalagi pihak perusahaan sudah mengecek sendiri ke lokasi sawah kami, sebut Serul.

Padahal, sambung Devi, rekan senasib dengan Serul ini juga mengaku bahwa pada tanggal 3 Januari 2018 lalu pihak perusahaan yang diwakili oleh  Syamsudin dan Yusnadi selaku Humas PT. PE telah sepakat akan menindaklanjuti keluhan para petani yang terkena limbah.

Baca Juga  MILIKI SENPIRA, DUA PRIA INI DICIDUK POLISI

Akan tetapi perjanjian yang telah di sepakati bersama itu, sampai dengan saat ini belum terealisasi. Saya ingat betul kesepakatan waktu pertemuan di kantor PLTU waktu itu, bahwa pihak perusahaan akan mengganti kerugian kami akibat limbah tersebut. Tapi nyatanya, saya dan kawan-kawan tidak kunjung mendapat ganti rugi yang telah di sepakati. Harapan kami sebagai warga, hendaknya pihak perusahaan segera menyelesaikan permasalahan ini”, ungkap Devi.

Sementara itu, Yusnadi selaku Humas PLTU Priamanaya Keban Agung, saat dikonfirmasi via WhatsAppnya terkait keluhan warga atas dugaan limbah ini, dirinya enggan memberikan jawaban.

Editor : Zadi.

Check Also

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Warga Nanjungan Mengapung di Sungai Lematang

Author : Hendry MERAPI TIMUR, LhL – Warga di Desa Nanjungan Kecamatan Merapi Timur Kabupaten …

SMM Panel

APK

Jasa SEO