Berdasarkan pantauan langsung di lapangan saat kejadian, sekitar pukul 04.40 mobil pemadam kebakaran milik PT Bukit Asam Tbk tiba dilokasi kebakaran, selang beberapa menit, tim pemadam kebakaran dari Pemda Muara Enim juga tiba, yang di ikuti tim pemadam dari PT PAMA, PT SBS dengan membawa beberapa unit mobil tanki suplai air, bergabung bersama masyarakat yang sudah lebih dulu berjibaku memadamkan api, meski rumah panggung milik Denawi tersebut ludes terbakar, namun tidak merambat ke rumah warga lainnya, dan petugaspun terus menyemprotkan air hingga pukul 05.50 pagi,sampai api benar-benar padam.
Diduga api membesar saat penghuni rumah tengah tertidur pulas. Saat tengah malam tak ada tanda-tanda mencurigakan dirumah yang mereka tempati. Namun, rasa ngantuk mulai menyerang, disaat pemilik rumah Denawi usai meminum obat (karena sakit), yang sebelumnya sempat menonton tayangan acara Tv “Final DAcademy Asia” disebuah stasiun Tv swasta nasional, hingga ia tak sengaja tertidur. Penghuni rumah baru terbangun dan sadar saat api mulai membesar dengan cepat, merambah keseluruh ruang tengah lantai atas yang terbuat dari bahan kayu, disertai kepulan asap tebal.
” Lebih kurang sekitar pukul 04.30 pagi WIB atau waktu sholat shubuh. Aku tuh awalnyo pas malam sedang asik nonton Tv , terus aku minum obat karena memang sedang sakit idak enak badan, nah laju tetiduk, tapi sempat bangun lagi untuk matike TV, terus tiduk lagi kekamar. Nah, tau-tau saat waktu shubuh,antara sadar dengan idak, aku tedenger pecak suara kretek-kretek, ku kiro suaro tersebut bersumber dari tetanggo sebelah, trus aku tiduk lagi dan cubo nak dengerke suaro azan shubuh, bunyi lagu suaro cak itu, laju akukeluar nian dari kamar, pas tejingok “astafirullah” di ruang tengah bagian pucuk, sudah ado kobaran api dan kepulan asap itam pekat,”ujar Denawi, yang sehari hobby memakai topi jenis coboy ini, dengan nada sedikit lemah, saat diwawancarai awak media ini usai kejadian.
Ditambahkan Denawi, saat api mulai membesar ia lantas berteriak memanggil tetangga sebelah rumah, dan iapun bergegas turun dari lantai dua untuk keluar rumah mengamankan dirinya, agar tidak terjebak dari kobaran api.
“Jadi aku sempat panggil gus,agus bangun rumah aku ini kebakaran, tolong aku, Pas aku keluar kamar nak nuju ruang tengah dak pacak lagi, trus aku ingat untuk ngambik ijazah aku dari dalam kamar, terus langsung aku turun dan keluar. Sementaro data-data surat lainnyo ado dalam peti, dak tau aku isi nyo apo bae, tadi sempat ku cek usai kebakaran pecaknyo lah mutung galo isinyo, sebagian ado yg idak,”terangnya dengan logat daerah.
Saat ditanya barang-barang apa saja yang ikut terbakar dan tidak sempat diselamatkan? Semua perabot rumah tangga seperti Tv dua unit beserta resever dan antena parabola, kulkas, dan lain-lain sebagainya. Sementara untuk pakaian, hanya baju yang ia pakai dibadan,”jawab Denawi sedikit terbatuk-batuk.
Atas musibah yang dideritanya ini, ia berharap bantuan kepada berbagai pihak baik dari pemerintah maupun dari perusahaan-perusahaan yang ada.
” Yo kalo memang ado pihak yang ingin membantu memang kuharapke nian. Masalah nyo saat ini dengan keadaan aku sekarang, satu dak katek gawean, mano lah sakit-sakitan, jadi kalo memang ado yang bantu aku sangat berharap nian, jingoklah rumah lah rato cak ini, pasti nak dibangun lagi untuk aku tinggal, itulah pokoknyo,”tutupnya.
Sementara itu, berdasarkan Saksi pertama Rusmi (67) dan Ahmad Sufi (27), tetangga korban kepada awak media ini mengatakan,
“Awalnyo mamak banguni aku pas aku sedang tiduk, nginjuk tau bahwa rumah mang Denawi kebakaran. Nah,terus aku bangun langsung keluar rumah dan ku jingok memang api sudah nak besak dari dalam ruang tengah rumah lantai pucuk. Aku sebetulnye baru balek jam tige pagi, tapi lum ade kebakaran nih, nah pas kebakaran tuh kujingok wong lom ade kuteriake kebakaran,”jelas Ahmad.
“Entah jam behape tadi dikde keruan lagi, dami kami ngeluakh api lah banyak, dari duahe pintu nih api lah disini. Langsung kami due behanak nih beteriak minta tulong, warga mulai bedatangan kelokasi untuk memadamkan api dengan peralatan seadenye ngambik ayek dari sungai Enim di belakang nih,”tambah Rusmi, ibu dari Ahmad.
Kapolsek Lawang Kidul AKP Yosef Rizal SH melalui Bhabinkamtibmas Desa Lingga Bripka Walid Bayu Setiawan menjelaskan, pihaknya bersama anggota Polsek Lawang Kidul sejak kejadian hingga pasca kebakaran mengamankan lokasi dan mencegah bila ada penjarahan serta membantu mengevaluasi barang-barang yang bisa diselamatkan.
“Kita juga sudah berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran, untuk mengumpulkan sample-sample penyebab kebakaran seperti kabel dan bongkahan lainnya, untuk dibawa ke Mapolsek. Dugaan sementara api berasal dari korsleting kabel listrik. Sedangkan untuk total kerugian belum bisa ditaksir, itu aja,”pungkasnya.
Edithor : Hafiz
Lahat Hotline





