Home / LAHAT METROPOLIS / Kecamatan Kota Lahat / KEGIATAN PT. RUBS MENUAI PROTES MASYARAKAT

KEGIATAN PT. RUBS MENUAI PROTES MASYARAKAT

LAHAT, LhL – Keberadaan aktifitas angkutan batubara di Stasiun Banjarsari Desa Arahan Kecamatan Merapi Timur, menuai protes dari warga setempat. Protes masyarakat ini dibuktikan dengan meminta pihak Pemerintah Kabupaten Lahat segera mepertemukan masyarakat dengan pihak PT. RUBS selaku pihak ketiga yang menyediakan jasa angkutan batubara tersebut, dari stock file menuju Stasiun Bamjarsari.

Bukan tak beralasan. Menurut masyarakat Desa Arahan, pihaknya sudah sangat terbuka dan menerima perusahan untuk berinvestasi di wilayah desanya. Meski demikian, perusahaan juga harus perhatikan dampak lingkungan yang terjadi akibat kegiatannya.

“Terutama kesehatan dan hak azazi kita masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat”, tegas salah seorang perwakilan warga Desa Arahan, Sori, saat pertemuan dengan PT. RUBS yang difasilitasi oleh Pemkab Lahat di Of Room Kantor Pemda Lahat Rabu (20/12/17).

Pada pertemuan yang dipimpin Asisten II Setda Lahat, Suhirdin didampingi Kepala Dinas Perizinan Lahat, Ali Afandi serta Kepala DLH Misri. MT tersebut. Silustri Yunus selaku warga Kampung V Desa Arahan juga menyampaikan bahwa, sejak adanya aktifitas pengangkutan batubara yang melintasi desanya, dampak lingkungan sangat dirasakan olehnya.

Baca Juga   TERKAIT KABAR PENIPUAN, BANK SUMSELBABEL PUJI MANAJEMEN PT. TASPEN

“Bukan saja kondisi udara yang tercemar debu amgkutan batubara, air sumur yang selama ini dikonsumsi juga tercemar. Apalagi saat pascapenyiraman jalan, halaman rumah mengalami banjir. Ini pak, Air yang selama ini bersih dan jernih, sekarang lihat sendiri, tidak dapat di konsumsi semenjak adanya aktifitas perusahaan ini”, ungkapnya sembari memperlihat sample air sumur yang dibawanya dalam botol kemasan air mineral kepada pemerintah. Bahkan ia meminta supaya berbagai pihak yang berkompeten, agar meninjau langsung kondisi air di sumur tempat tinggalnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak PT. RUBS yang tak lain pihak ketiga pengangkutan batubara PT. KAI, melalui perwakilannya, Iwan Kurniawan menyebut, bahwa perusahan RUPS hanya mengangkut batubara dari stock file menuju stasiun. Terkait dampaik yang ditimbulkan, pihaknya telah berupaya untuk menuntaskan.

“Kita berjalan baru dua bulan. Untuk membersihkan jalan akibat transportir perusahan, kita telah merekrut tenaga kerja dari warga setempat, untuk menyapu jalan dan stock file”, ungkapnya.

Baca Juga   DEBAT KANDIDAT PILKADA LAHAT AKAN DIGELAR 20 JUNI

Sementara pihak PT. KAI diwakili Senior  Manager Kemananan, Hery Purnomo menyatakan, untuk semua yang disampaikan oleh masyarakat Desa Arahan, baik dampak lingkungan dan tampal batas stasiun, akan disampaikannya ke Pusat. Pasalnya, ada bagian masing masing baik di PT. KAI dan pihak ketiga yang berkerjasama dengan PT. KAI di stasiun pengangkutan batubara Banjarsari tersebut.

“Setelah tiba di stasiun, Kita angkut ke stasiun kertapati atau simpang”, ungkapnya singkat.

Pemerintah Kabupaten Lahat sendiri mengharapakan, permasalah kedua belah pihak untuk dapat diselesaikan secara baik-baik, dan menguntungkan kedua belah pihak. Baik perusahan, maupun masyarakat Desa Arahan.

“Kesimpulannya, ada pada masyarakat dan pihak perusahaan. Kita dari pemerintah, hanya selaku pihak penengah dan mengharapkan perusahan dapat mengayomi masyarakat yang terkena dampak akibat operasi perusahaan”, pungkas Suhirdin.

Editor : Zadi

Check Also

Bangun APBD 2, Sesuai Kebutuhan Bukan Keinginan

Author : Tim LAHAT, LhL – Proses pembangunan jalan stapak yang dikerjakan melalui dana swakelola …

SMM Panel

APK

Jasa SEO

error: Content is protected !!