Author : Karel
MERAPI TIMUR, LhL – Rusaknya aspal jalan dan jembatan dua menuju ke Desa Tanjung Lontar, Kecamatan Merapi Timur Lahat Sumatera Selatan, dirasa oleh masyarakat setempat semakin parah. Mengelupasnya aspal dan banyaknya lobang di jalan tersebut, diduga akibat pengerjaannya tidak maksimal saat pengaspalan, ditambah lagi aktifitas angkutan yang bermuatan bertonase tinggi.
Menurut Bambang, salah seorang warga setempat, pengerjaan proyek pengaspalan jalan itu dikerjakan pada akhir Tahun 2016 silam. Hanya saja, dirinya tidak mengetahui secara persis perusahaan apa sebagai pelaksananya.
“Namun waktu itu pengerjaannya sangat cepat, hanya sehari saja. Sehingga masyarakat menduga aspal jalan yang panjang 35 meter dan lebar 4 meter itu, asal asalan”, terang Bambang, dibincangi pewarta di kediamannya pada Minggu (17/12/17).
Diterangkan dia, jembatan dua yang ada di sekitar desa itu adalah jalan utama penghubung Desa Tanjung Lontar dengan Desa Gedung Agung. Karenanya ia mengingatkan, agar perusahaan apa saja yang mengerjakan royek rehab jalan ini hendaknya jangan dianggap remeh.
“Vitalnya jembatan tersebut, apabila kerusakan semakin parah, maka akan menimbulkan dampak perekonomian bagi rakyat di beberapa desa di wilayah ini”, pesan Bambang.
Hukman, salah satu Anggota BPD menambahkan, selain kualitas aspalnya yang diduga memang kurang baik, penyebab lain kerusakan jalan itu adalah tonase kendaraan truck bermuatan batu dan hasil bumi yang sering melintas di jembatan tersebut, juga kadang-kadang berlebihan. Sehingga akan sangat mudah menghancurkan aspal jalan.
“Rusaknya jalan juga diakibatkan lalu-lalang kendaraan truck angkutan batu dan hasil bumi yang lebih muatannya, kadang-kadang di atas 7 ton. Harapan kami sebagai warga, kiranya kerusakan jalan ini segera diperbaiki”, pinta Hukman.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





