Author : Karel
MERAPI TIMUR, LhL – Belum genap setahun, setelah dikerjakan proyek pembangunan tembok penahan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lahat-Muara Enim, tepatnya di seputar Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat ini, sudah amblas tergerus.
Kerusakan bangunan tembok penahan, yang merupakan proyek Propinsi Sumatera Selatan ini sekarang bukan rahasia umum lagi. Bahkan, ada beberapa warga yang menduga bangunan tersebut dibuat asal jadi oleh pihak kontraktor yang mengerjakannya. Karena letaknya cukup jauh dari pengawasan, sehingga akan gampang sekali mengalami kerusakan.
Menurut Firman, salah satu warga Desa Tanjung Jambu mengatakan, bahwa proyek pembuatan tembok penahan itu belum terlalu lama selesai. Ia merinci, jarak waktu usai dibangun dengan kerusakan yang terjadi masih dalam hitungan bulan.
“Yah.. kalau dihitung-hitung, pembangunan tembok penahan ini mulai dikerjakan Bulan Februari 2017 lalu”, terang Firman, Jumat (15/12/17).
Selaku warga, Firman berharap proyek apa pun yang namanya untuk kepentingan orang banyak, hendaknya dilakukan pengerjaannya dengan baik.
“Karena jika tidak baiknya pelaksanaan pembangunannya, maka akan mengakibatkan resiko yang sangat tinggi bagi orang banyak”, saran Firman, yang menduga pengerjaan proyek ini tidak sesuai dengan spefikasinya.
Hingga berita ini ditayangkan, pewarta masih berupaya untuk melakukan konfirmasi ke pihak Dinas PU. Bina Marga Propinsi Sumatera Selatan. Sayangnya untuk mendapatkan keterangan secara detail terkait kerusakan tembok penahan ini, masih terkendala di lapangan. Sebab proyek pembuatan tembok penahan jalan ini tidak terpasang papan informasinya.
“Jangankan tertulis nomor HPnya. Informasi tentang jumlah anggaran dan nama perusahaan yang mengerjakannya saja sejak mulai pengerjaan tidak ada, karena memang tidak terdapat papan informasinya”, ungkap seorang pewarta, yang juga kebetulan ada di lokasi tembok penahan yang amblas tersebut.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





