TANJUNG TEBAT, LhL – Petani sawah di Desa Air Dingin, Kecamatan Tanjung Tebat sangat memprihatinkan, biasanya hasil panen yang mereka peroleh bisa mencapai 3,5 ton, kini, sangat tidak menentu alias anjlok. Penyebabnya sendiri serangan hama tikus dan walang sangit yang memaksa memanen lebih cepat.
“Panen sebelumnya dapat menghasilkan 3,5 ton, akan tetapi, kali ini sudah terasa jauh, kendati belum menyelesaikan sepenuhnya,” urai Hidayah (47) salah satu petani, ditemui, Jum’at (7/10).
Ia menjelaskan, ketika usia padi masuk satu bulan, hama tikus langsung mengerogoti batang padi, akibatnya banyak yang mati dari serangan itu. Begitu pun walang sangit menyusul saat buah padi mulai muncul.
“Hama walang sangit merupakan hewan bisa terbang dari satu batang ke batang padi lainnya, kemudian menyuntik/mengisap buah padi, sehingga menjadi hampa, dan tikus menyerang batang padinya,” ungkap Hidayah.
Terpisah, Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE melalui Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Ir H Hapit Padli MM mengungkapkan, dirinya langsung menurunkan petugasnya guna mengecek kebenarannya di lapangan dan nantinya akan digantikan dengan varietas unggul yang tahan terhadap hama.
“Kami juga meminta kepada para petani, agar sekiranya melaporkan kejadian tersebut kepada penyuluh pertanian yang bertugas di desa-desa, sehingga akan diambil tindakan perpentif, supaya hasil panen terus meningkat,” pungkasnya.
Phto/Naskah : (BENS)
Editor : (UJANG, SP)
Lahat Hotline






