Author : Ivi Hamzah
MULAK SEBINGKAI, LhL- Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Jadian Lama, Kecamatan Mulak Sebingkai menyesalkan Dana P3A dari dinas terkait, yang desarahkan pada pengurus sangat tidak transparan.
Pernyataan tersebut diungkapkan Yarudun selaku Ketua P3A Desa Jadian Lama hari ini Jum’at (1/12/17) di kediaman Kades Jadian Lama. Yarudin mengaku, sangat menyayangkan dengan adanya pembersihan irigasi tanpa kompromi dulu dengan P3A. Menurut pengakuan Yakin, Ketua P3A Desa Talang Berangin yang ikut dalam pembersihan dan penggalian siring irigasi tersebut Dinas PU menyerahkan Dana 100 juta dibagikan ke 10 P3A masing masing mendapatkan 10 juta, tetapi Dana tersebut tidak sampai pada pengurus.
“Kami selaku P3A sangat kecewa pada Dinas PU mengenai Dana yang tak sampai pada kami, seharusnya kami dikasih tau dulu”, ucapnya sedikit kesal.
Dikatakan Yarudin, dirinya bisa mengetahui hal itu dengan siring tersebut sudah dibersihkan. Itupun karena di kasih tahu Rusidi, Kepala Desa Jadian Lama, saat Kades mengecek volume Air siring.
“Kami tahu informasi ini dari Kades, yang saat itu menanyakan kapan kegiatan ini dilaksanakan,dan sudah pasti kami kaget,” tambah Yarudin.
Kemudian Yakin, Ketua P3A Desa Talang Berangin menuturkan, bahwa ia diajak kerja harian oleh Arja, Ketua GP3A. Dilokasi Yakin mendengar dari dinas terkait, bahwa dana 100 Juta untuk 10 P3A. Namun Dia (Yakin) selaku pengurus tidak menerima uang tersebut, cuma bekerja harian sehari.
“Ya menurut Dinas terkait waktu dilokasi dana 100 Juta di bagi 10 P3A, saya juga bingung kenapa saya tak menerima selaku pengurus, malah diajak kerja harian,” tuturnya menerangkan.
Sementara Rusidi, Kepala Desa Jadian Lama membenarkan hal tersebut, di saat Dia mengecek volume Air tiba tiba sudah ada tambal sulam dan pembersihan dipinggir siring tanpa sepengetahuannya, maka dari itu, Dia menanyakan ke pengurus P3A, kapan pengerjaan ini dilaksanakan. Pengurus malahan bingung, saat ditanya prihal tersebut.
“Saya selaku Kades, wajar menanyakan pada P3A kapan pembersihan siring dilakukan, jawab P3A mereka tidak tahu sama sekali, makanya saya panggil Yakin, yang ikut kerja dilokasi,” terangnya.
Rusidi berkeyakinan ada indikasi korupsi di sini, karena disaat menghubungi ke beberapa pengurus P3A dari desa lain, ada yang menerima 3 Juta, ada juga 4 Juta, dan ada yang tidak sama sekali, seperti Desa Jadian Lama dan Desa Talang Berangin.
“Kami sanksi ada indikasi korupsi di sini, karena ada yang menerima tapi tidak sesuai, dan ada yang tidak menerima sama sekali. Kami harap pada dinas terkait untuk mengkaji ulang mengenai dana P3A ini secara transparan, kami yang tidak menerima dana tersebut akan menuntut pada dinas terkait,” pungkasnya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





