Author : RIADI
EMPAT LAWANG, LhL – Terkait peristiwa meninggalnya pelaku kasus 365 diruang tahanan, atas nama Hasbi Ardi alias Bi (44) yang diduga melakukan percobaan melarikan diri, Sabtu (29/7) kemarin. Pihak dari Rumah tahanan (rutan) cabang Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, melakukan rapat internal untuk semua jajaran yang bertugas di rutan.
Diruang kerjanya, Kepala Rutan Cabang Tebingtinggi, Heri mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan rapat dinas kepada semua pejabat rutan untuk melakukan evaluasi terkait peristiwa yang merenggut nyawa napi kasus perampokan terhadap sales rokok dikawasan Muara Saling beberapa bulan lalu.
“Ini kita mau adakan rapat dinas, dalam agenda mengevaluasi apakah ada kekurangan dan kekeliruan yang harus segera kita perbaiki. Saat ini kita juga tengah melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut,” ungkap Heri, Senin (31/07).
Saat disinggung soal pengamanan penjaga pintu rutan yang mengakibatkan pelaku hampir kabur. Heri menuturkan, bila memang saat kejadian ada petugas jaga dipintu masuk dan keluar. Akan tetapi, dipintu tersebut saat kejadian hanya ada satu penjaga.
Hal ini pun tak bisa ia pungkiri kalau petugas yang jumlahnya satu orang harus mengawasi puluhan pengunjung dan napi. Sehingga, tak menutup kemungkinan ada saja pengunjung atau napi yang nakal melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Ya bayangkan saja, petugas kita yang jaga pintu hanya ada satu. Yang keluar masuk itu puluhan orang setiap hari. Dan kita juga tak menutup kemungkinan akan adanya pengunjung atau napi yang nakal saat jam sibuk,” tutur heri.
Untuk itu ia telah meminta dan berkoordinasi dengan dinas pusat, untuk melakukan penambahan personil petugas yang berfokus sebagai penjaga pintu masuk pengunjung.
“Nah, untuk itu kami sudah berkoordinasi dengan pihak dinas pusat untuk menambahkan jumlah personil jaga. Sehingga keamanan dapat lebih kondusif,” lanjutnya.
Heri menjelaskan, bahwa kedepannya nanti untuk memperkuat sistem pengamanan dan penjagaan pihaknya akan meminta pusat, agar ada dua penjaga perempuan yang fokus untuk memeriksa pengunjung perempuan. Karena modus para pengunjung untuk memasukan barang yang dilarang rutan itu kebanyakan dimanfaatkan napi melalui pengunjung perempuan.
“Nanti kita minta dua orang petugas tambahan perempuan, semakin memperketat penjagaan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” jelasnya.
Heri menegaskan, saat penangkapan pelaku pihaknya sudah melakukan penangkapan sesuai dengan protaf, karena pihaknya tak mau ambil resiko yang dapat mengancam masyarakat kalau pelaku berhasil meloloskan diri.
“Sudah sangat sesuai protaf mas, tapi kita juga harus memikirkan masyarakat banyak. Karena rutan ini posisinya wilayah vital yang bersebelahan langsung dengan Rumah Dinas Bupati. Dan kita tak mau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, termasuk keselematan masyarakat banyak. Karena tidak menutup kemungkinan, kalau pelaku saja berani melawan dan melukai petugas, pasti diluar pelaku tak akan segan-segan melukai masyarakat,” tegasnya.
Sementara untuk koordinasi dengan keluarga pelaku, Heri mengatakan, pihaknya sudah menghubungi pihak keluarga pelaku dan sudah menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Dan pihaknya pun juga memberikan bantuan dan santunan untuk mengurus pemakaman jenazah pelaku.
“Alhamdulillah, keluarga pelaku menerima dan jenazah pelaku sudah diantar ke kediamannya. Keluarga pun kita beri bantuan, baik saat acara pemakaman pihak kita hadir dan juga memberikan santunan hingga biaya untuk mengurus pemakaman pelaku,” tutup Heri.
Terpisah Kapolres Empat Lawang AKBP Bayu Dewantoro ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), bahkan anggota kita sedang melakukan penyelidikan.
“Pihak kami (Polres red) belum menerima hasil Autopsi dari pihak medis Dan belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban,” Kata Bayu.
Dijelaskan Bayu, saat ini belum mendapatkan indikasi kematian korban, yang jelas prosesnya dalam rangka penyelidikan terlebih dahulu hasil visum belum dapat dipastikan.
“Mayat sudah diterima oleh pihak keluarga. hasil outopsi akan kita pinta secepatnya, pihak kita akan menempatkan empat orang mengontrol untuk melakukan keamanan dirutan secara mobile,” jelasnya.
Editor : YADI
Lahat Hotline





