Author : Ivi Hamzah
MULAK ULU, LhL – Sehubungan dengan banyaknya sapi yang terjangkit virus PMK di Desa Geramat Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Lahat, melakukan peninjauan dan pemeriksaan terhadap sapi yang mengidap virus PMK. Kasus PMK yang menyerang puluhan sapi di desa Geramat, sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dari Dinas TPHP Lahat, dengan mengambil Sempel darah untuk dilakukan tes laboratorium. Hasil lab tersebut menunjukkan puluhan sapi terindikasi virus PMK.

Hari ini Senin (6-6-2022), Eti Listina SP.MM didampingi Kabid Peternakan drh Astin, Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S STTP MM, Babinsa Koramil 405/09/Kota Agung, Babinkamtibmas Polsek Mulak Ulu, dan Kepala BPP Mulak Ulu, melakukan penyemprotan disinfektan pada kandang dan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi yang terjangkit maupun yang belum terjangkit virus PMK di Desa Geramat.
Eti menjelaskan, bahwa virus PMK ini sudah menjadi kasus nasional, dan Indonesia sudah kesekian kalinya terserang virus PMK mulai dari tahun 1976, 1986, dan 2022. Oleh karena itu ia meminta pada peternak hewan sapi khususnya agar tidak terlalu khawatir, karena tingkat Kematian ternak berkuku belah minim kematian, kecuali ternak yang masih berumur minim.
“Masa inkubasi ternak yang terjangkit virus PMK selama 14 hari. Dalam waktu ini petani harus merawat ternaknya semaksimal mungkin agar ternaknya tetap terjaga dan sehat,”harapnya.
Masih kata Eti, untuk penanggulangan terjadinya penyebaran virus PMK ke daerah lainnya, pemerintah kabupaten lahat akan membentuk satuan petugas (Satgas) guna menahan dan melakukan pemeriksaan terhadap masuk dan keluarnya ternak berkuku belah. Karena untuk sapi yang terindikasi dari 3 desa di kabupaten lahat sudah mencapai 75 ekor dan sudah dilakukan pemeriksaan dan perawatan dengan suntikan vitamin.
“Kami minta pada masyarakat agar jangan dulu membeli dan menjual sapi sebelum dinyatakan sehat oleh satgas nantinya,”tegasnya.
Sementara itu Kabid peternakan dinas TPHP lahat mengenai sapi yang terjangkit virus PMK menegaskan aman untuk dikonsumsi. Karena sapi yang terjangkit PMK bukan penyakit yang menular terhadap manusia, PMK tersebut menular sesama ke sesama hewan yang berkuku belah, seperti kerbau, kuda, kambing, domba dan babi.
“Kalau sapi yang terjangkit PMK di potong, itu kami nyatakan aman untuk dikonsumsi asalkan dimasaknya dengan maksimal,”terangnya.
Dengan menggunakan APD lengkap, Kadis TPHP lahat, Camat Mulak Ulu, melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang ternak dan sapi, guna mencegah terjadinya penularan.
Puluhan sapi di desa Geramat yang sebelumnya terbanyak terjangkit virus PMK, semenjak dilakukan pencegahan oleh pihak dinas TPHP lahat kini sudah berangsur pulih. Hal ini dikatakan Agustian kepala desa Geramat yang sebelumnya mencapai 46 lebih terserang virus PMK.
“Alhamdulillah kini beberapa sapi warga yang terjangkit PMK sudah berangsur pulih, hanya saja belum secara maksimal seperti sebelumnya,”katanya.
Editor : Ron
Lahat Hotline





