Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Screenshot_20260820_204927
Screenshot_20260820_204958
Home / REGIONAL / PAGAR ALAM / HERRI : MAKAN BUAH SI MALAKAMA, PETANI SAYUR MENJERIT

HERRI : MAKAN BUAH SI MALAKAMA, PETANI SAYUR MENJERIT

Author : Repi Black

PAGARALAM, LhL – Berubahnya harga sayuran di pasaran, membuat petani menjerit dan meradang. Pasalnya, biaya operasional dari mulai tanam hingga panen tidak sesuai dengan hasil yang didapat, karena murahnya harga jual di pasaran.

Pantas saja bila diibaratkan makan buah simalakama, dimakan mati bapak, tidak dimakan mati emak.

Keluh kesah anjloknya harga sayur ini, diterangkan oleh Herri salah seorang petani sawi kepada wartawan di areal persawahan Tebat Jawi Dusun Pagardin, Kecamatan Dempo Utara Pagaralam.

Baca Juga  Hadiri Pesta Bona Taun, Beni Hernedi Banyak Sampaikan Pesan Toleransi

Menurut pria satu anak ini, harga sawi biasanya Rp.1.500 per ikat, tapi sekarang hanya Rp 500,-

“Harganya bukan turun, tetapi berubah. Kondisi ini, membuat kami petani merugi. Dipanen harganya murah, tidak dipanen, ya tambah parah”, keluh dia.

Basanya, sambung Herri, kalau harganya normal bisa tambah tenaga kerja alias ngupah untuk mempercepat kerjaan. Namun ketika harga cuman Rp.500 seperti saat ini, untuk upahnya saja tidak cukup.

Baca Juga  Jadi Irup Kesaktian Pancasila, Begini Pesan Kapolres Pagaralam

“Sehingga terpaksa panen kerja sendiri”, imbuhnya.

Masih kata Herri, anjloknya harga sawi ini dimungkinkan karena sedang banjir alias panen bersamaan.

“Kalau barang banyak atau banjir, harga pasti turun”, sebutnya.

Pantauan di Lokasi, sayur yang sudah dipanen dan diikat, lalu dijemur beberapa saat sebelum dimasukan ke dalam karung.

Editor : Ahmad

Check Also

Ketua DPRD Musi Rawas Firdaus Cik Ola Resmi Buka Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato kenegaraan RI

Author : Ujang MUSI RAWAS, LhL – Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan …

SMM Panel

APK

Jasa SEO