Author : Ron
LAHAT, LhL – Cabang Olahraga (Cabor) Tinju, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan (Sumsel) ke-XI yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Bukit Tunjuk, Kelurahan Pasar Lama Kecamatan Kota Lahat agaknya ternoda. Pasalnya, penilaian Juri maupun Wasit dalam sejumlah pertandingan yang digelar sejak Minggu (20/11) lalu dinilai curang.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Pelatih Tinju Kontingen Kabupaten Ogan Ilir (OI), M. Damin. Menurutnya, ia sangat menyesalkan ketidak ‘fair’-an penilaian Wasit, sebagaimana dialami salah satu atlet tinju Kontingen OI.
Kecurangan dimaksud, disebutkan pria yang juga pernah menjadi Juri di pertandingan tinju tingkat Asia ini, di antaranya mengenai pukulan telak.
“Saya tidak tahu apakah karena ketidak jelian Wasit atau ada faktor lain, di mana atlet kami pernah dihitung terkena pukulan telak, padahal tidak. Sedangkan saat lawan terkena pukulan telak, malah tidak dihitung,” keluhnya didampingi Tim Manajer, Amelia, di sela-sela pertandingan tinju Porprov, Senin (20/11).
Atas kejanggalan yang dirasakannya ini, pihaknya sudah mengajukan protes sesuai prosedur. Namun sayangnya, protes tidak digubris.
Keluhan serupa juga diungkapkan oleh Ketua Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Kabupaten Empat Lawang, Purnawarman, melalui Sekretaris Agus Subhan Bakin. Hanya saja, kecurangan ini mereka alamatkan juga kepada Dewan Juri. Di mana, menurutnya, penilaiaan tidak sesuai dengan jalannya pertandingan.
“Jelas-jelas dilihat dari jalannya pertandingan tadi, atlet kita (Empat Lawang, red) yang paling banyak melepas pukulan telak. Tapi malah atlet lawan (Palembang, red) yang memenangkan pertandingan. Ini kan tidak fair,” protesnya.
Bakin mengharapkan, pertandingan Porprov khususnya tinju ini, selanjutnya dapat berjalan lebih sportif. Terlebih, tema pertandingan ini sendiri mengangkat tema mengenai sportivitas.
“Yang jelas dari kami, pertandingan ini sudah dianggap gagal. Sebab, tidak sportif,” nilainya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





