JOMBANG — Bagi para petani di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, kehadiran program TMMD ke-130 bukan hanya soal pembangunan fisik. Kegiatan penyuluhan pertanian yang digelar di Balai Desa, Minggu (25/10/2026), menjadi momen berharga yang membawa perubahan nyata bagi cara mereka mengelola ladang pertanian.
Bapak Slamet (58), salah seorang petani yang hadir, mengaku selama ini ia menggunakan pupuk berdasarkan kebiasaan dan perkiraan saja. Setelah mengikuti penyuluhan dari Dinas Pertanian, pandangannya tentang cara merawat tanaman berubah.
“Saya sudah bertani puluhan tahun, ternyata masih banyak yang belum saya ketahui. Ternyata dosis dan cara pemberian pupuk itu tidak boleh asal, harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan tanaman agar hasilnya maksimal dan tidak merusak tanah. Sekarang saya lebih paham kapan harus memberi, berapa takarannya, dan jenis apa yang dibutuhkan tanaman kami,” ungkap Bapak Slamet dengan antusias.
Ia merasa kegiatan ini sangat berharga. Bukan sekadar menerima bantuan berupa pupuk, melainkan mendapatkan penjelasan mendalam yang bisa diterapkan berulang kali di masa depan.
Hal senada disampaikan Bapak Joko (45), petani jagung lainnya. Menurutnya, dukungan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang turut memeriahkan sekaligus menguatkan semangat warga untuk lebih giat meningkatkan hasil pertanian.
“Kami senang sekali Bapak-bapak TNI hadir di sini bersama kami. Ini menunjukkan bahwa pertanian di desa kami diperhatikan. Dengan ilmu yang kami dapatkan hari ini, kami berharap biaya pertanian bisa lebih hemat sementara hasil panen meningkat. Itu artinya penghasilan keluarga kami ikut bertambah,” ujar Bapak Joko.
Para petani bertekad akan mempraktikkan langsung pengetahuan yang diperoleh di ladang masing-masing dan membagikannya kepada tetangga yang belum berkesempatan hadir.
Komandan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han., menegaskan bahwa membangun desa juga berarti membangun kemampuan warganya.
“Ketika petani cerdas, maka ladang akan produktif, pangan terjamin, dan kesejahteraan tercapai. Pengetahuan yang didapat hari ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan Desa Klitih. Semoga ilmu ini membawa keberkahan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Bagi warga Desa Klitih, hari ini adalah awal yang baru tidak hanya ladang yang akan tumbuh lebih subur, tetapi juga harapan bahwa bertani adalah jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.(*)
Lahat Hotline








