OKU TIMUR,— Memasuki hari kelima pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Tahun Anggaran 2026, pembuatan sumur bor sebagai program unggulan TNI Angkatan Darat terus menunjukkan kemajuan yang menggembirakan di Desa Mengulak, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur. Hingga pukul 16.00 WIB, Sabtu (17/10), dari lima titik sumur bor yang direncanakan, dua lokasi telah mencapai kemajuan signifikan masing-masing 50 persen, sementara titik kelima naik menjadi 30 persen, dan dua titik lainnya dalam tahap persiapan lokasi.
Terlihat di lokasi Sasaran IV, air bersih mulai mengalir keluar dari pipa sumur yang sedang digarap, menjadi tanda bahwa pengeboran telah mencapai lapisan air tanah. Personel Satgas bekerja dengan teliti mengawasi kelancaran sirkulasi air, memastikan pipa penyangga terpasang kokoh, serta memantau kualitas air yang keluar. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan hati-hati, mengingat kondisi geologis setiap titik berbeda-beda sehingga memerlukan penanganan yang cermat agar sumur nanti berfungsi optimal dan tahan lama.
Berdasarkan laporan perkembangan, rincian kemajuan masing-masing titik:
• Sumur Bor Titik 1 → 50%
• Sumur Bor Titik 2 → 0% (persiapan lokasi)
• Sumur Bor Titik 3 → 0% (persiapan lokasi)
• Sumur Bor Titik 4 → 50%
• Sumur Bor Titik 5 → 30%
Dansatgas TMMD Ke-130 Kodim 0403/OKU, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., menyampaikan bahwa kemajuan ini bukan sekadar angka, melainkan jawaban atas kebutuhan warga akan air bersih:
“Melihat air mengalir dari sumur yang kami kerjakan adalah pemandangan yang sangat membahagiakan. Titik 1 dan 4 kini sama-sama mencapai 50 persen — artinya kedalaman sudah mendekati target dan sumber air sudah ditemukan. Titik 5 juga naik menjadi 30 persen, menunjukkan proses pengeboran berjalan lancar. Dua titik lainnya sedang kami persiapkan lokasi terbaik agar hasilnya maksimal. Kami tidak mengejar kecepatan semata, tetapi memastikan setiap sumur yang dihasilkan benar-benar jernih, cukup debitnya, dan dapat diandalkan warga sepanjang tahun,” ujar Letkol Arh Yusuf Winarno.
Sebanyak 120 personel TNI, 8 personel Polri, unsur pemerintah daerah, serta 30 warga turut terlibat di berbagai titik kegiatan. Kerja sama yang erat antara personel dan warga di lokasi pengeboran membuktikan bahwa program TMMD menggerakkan kekuatan bersama demi kesejahteraan desa. Diharapkan dalam waktu dekat seluruh sumur dapat selesai dan berfungsi, sehingga krisis air yang kerap dialami warga dapat teratasi secara signifikan.(*)
Lahat Hotline








