Author : Dedi
MUARA ENIM, LhL – Air Sungai Lematang merupakan sumber kehidupan bagi setiap mahluk yang ada di sekelilingnya, akan sangat berbahaya jika kini air tersebut diduga tercemar tumpahan minyak yang membuat heboh warga Kabupaten Muara Mnim. Dugaan pencemaran ini, terjadi karena tampak tumpahan minyak mengalir di Sungai Lematang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Hal ini diketahui, ketika warga ingin mandi di Sungai Lematang Muara Enim, Kamis (05/04/2018).
Suryadi (45) warga Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim mengatakan, saat akan mandi ke Sungai Lematang ia terkejut ada minyak mengalir di sungai tersebut.
”Bau minyak itu sangat menyengat. Saya tidak jadi mandi, takut terjadi apa apa dengan kesehatan”, kata Suryadi.
Pantauan wartawan di lapangan, banyak masyarakat di sekitar Sungai Lematang Desa Muara Lawai khususnya, mengeluhkan masalah ini. Lantaran sungai yang banyak digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari ini, diduga terdampak tumpahan minyak tersebut berasal dari arah Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.
Hal ini juga diakui oleh Agus, salah seorang anggota BPD Muara Enim. Dikatakan Agus, kalau di sepanjang aliran Sungai Lematang Muara Enim itu tercemar oleh minyak. Iapun menduga, minyak ini berasal dari arah Kabupaten Lahat.
”Kepada Pemerintah, agar cepat ditanggulangi. Karena sungai ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk mandi dan mencuci. Apalagi Sungai Lematang ini juga diminum warga, karena sumber air PDAM berasal dari Sungai Lematang”, harapnya.
Sungai Lematang ini, lanjut Agus, mengalir ke Sungai Enim sampai ke Palembang. Jadi kalau tidak cepat ditanggulangi akan mencemari seluruh sungai yang dihilir.
“Kalau tidak cepat ditanggulangi, akan menyusahkan masyarakat yang mengunakan sungai untuk kebutuhan sehari-hari,” pinta Agus
Sementara itu, beberapa awak media mendatangi kepala badan lingkungan hidup (BLH) untuk menanyakan terkait adanya dugaan tumpahan minyak yang tersebar di Sungai Lematang yang berdampak negatif pada masyarakat sekitar bantaran sungai. Akan tetapi, kapala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Ir. Kurmin lagi DL ke Samarinda.
“Maaf pak, pak Kurmin lagi DL ke Samarinda,” ujar staf BLH yang tidak mau menyebutkan nama.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





