Author : Kayan M
# Lagi-lagi Masyarakat Kecil yang Kena Imbas
EMPAT LAWANG, LhL – Setelah adanya menaikkan harga beras yang merupakan bahan pokok makanan masyarakat di Indonesia, yang juga ikut berdampak pada kenaikan harga di pasar tradisonal tak terkecuali pasar Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang juga ikut mengalami kenaikan harga. tentu saja keadaan ini sangat memberatkan masyarakat tebing tinggi yang sebagian besar menggantungkan penghasilan sebagai petani karet, dengan harga yang semakin hari semakin terjun bebas.
Minggu-minggu kemarin sempat memberi harapan kepetani dengan harga perkilo gram mencapai Rp.6000. Namun harga itu tidak bertahan lama, bukannya bertambah malahan menurun menjadi Rp.5300 perkilogramnya.
Seperti yang dikeluhkan Fauzan (35) salah seorang warga Tebing Tinggi, dia tak menyangka harga jual karet kembali terjun dengan bebasnya, padahal kebutuhan bahan pokok seperti beras yang harus dikonsumsi setiap hari malah meroket dan diikuti juga kebutuhan-kebutuhan dasar yang lainnya.
“Petani hanya bisa pasrah dengan kenaikan harga beras, pemerintah seolah tidak memikirkan kami petani karet, yang setiap harinya bergantung pada hasil penjualan getah , kalau seperti ini terus dak makan kami,” keluhnya, Rabu (24/1)
Dirinya juga mempertanyakan peranan pemerintah yang seolah menutup mata dengan kenyataan yang ada di masyarakat kecil, yang berpenghasilan rendah, dimana perintah yang selalu berujar dan berjanji akan memperjuangkan rakyat.
“Kami seolah tidak diperhatikan oleh merintah, katanya membuat kebijakan untuk kesejahteraan rakyat, cuma rakyat lah yang terkana imbasnya,” tegasnya.
Sementara, Sadat(40) yang berprofesi sebagai pengepul karet saat di konfirmasi wartawan mengatakan, memang kondisi harga jual karet sekarang ini belum stabil .
“Harga para(karet) sekarang ini belum ada berkembangan, seperti ini bukannya naik malahan anjlok,” Pungkasnya
Editor : Zadi
Lahat Hotline








