Home / LAHAT METROPOLIS / Kecamatan Merapi Barat / HARGA KARET TURUN, PETANI KEMBALI MENJERIT

HARGA KARET TURUN, PETANI KEMBALI MENJERIT

Author : HENDRIADI

MERAPI BARAT, LhL – Sejak beberapa pekan terakhir ini harga karet di kabupaten Lahat, khususnya di wilayah Merapi area turun drastis hingga ke level Rp 5000 hingga Rp 6200 per kilogramnya, kondisi ini membuat para petani menjerit dan kurang bergairah diperparah lagi harga bahan kebutuhan pokok semakin membengkak setiap harinya. Sebelumnya, harga karet sempat naik hingga Rp 8500 hingga Rp 9500 per kilogramnya. Namun sekarang turun lagi menjadi Rp 6000 per kilogramnya.Kondisi ini sangat dikeluhkan oleh para petani, dikhawatirkan, harga karet terus menurun. 

“Saat ini harga karet untuk kwalitas bagus dijual ke pengumpul paling tinggai Rp 6200 perkilonya, itupun kalau kita jual pada hari hari tertentu seperti hari sabtu dan minggu, sebab hari tersebut merupakan jadwal para pengepul karet melakukan menimbang,” ungkapnya Harza salah seorang petani karet. Sabtu, (22/04/).

Baca Juga  POLSEK DAN CAMAT MERAPI BARAT GOTONG ROYONG TEBAS POHON PENGGANGU JARINGAN LISTRIK

Harza menambahkan, Jika harga karet terus anjlok, kemungkinan para petani karet akan beralih profesi dan akan meninggalkan kebun mereka untuk mencari pekerjaan yang lain.

“Dulu pada waktu harga karet turun drastis para petani jadi malas menyadap kebun mereka dan lebih memilih jadi buruh harian (pekerja bangunan) daripada mengelola kebunnya,” ujarnya.

Harza berharap kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah khususnya pemerintah daerah. Apalagi, hampir sebagian besar masyarakat wilayah Merapi bermata pencarian petani karet.

“Kami berharap banyak kepada pemerintah agar harga karet ini kembali normal, paling tidak harga jualnya karet setara dengan harga jual beras agar para petani dapat bernafas dengan lega dan tidak menjual lahan kebun karet mereka,” ujarnya.

Baca Juga  SECURITY : MUSTAHIL KAMI DIANGKAT JADI KARYAWAN TETAP PERTAMINA

Sementara itu Baron, salah seorang pengepul (toke) karet menjelaskan, pihaknya tidak bermaksud melakukan penurunan harga karet ditingkat pengumpul. Karena, hal ini juga dapat membahayakan bisnis karet mereka, apalagi ada persaingan ditingkat toke karet. “Saat ini harga karet memang terjadi penurunan harga, hal tersebut memang dari pabriknya, makanya kami mengikuti harga pasaran,” ungkapnya.

Saat ditanya mengapa harga karet turun, Baron menjawab, dirinya tidak mengetahui pasti penyebabnya tetapi harga karet mulai turun sejak beberapa pekan terakhir ini.

“Kami hanya membelinya dari para petani karet, tapi kami dengar dengar informasi dari pabrik saat ini harga karet dunia memang lagi anjlok mungkin wilayah kita juga terkena imbasnya,” ungkapnya.

Editor : YADI

Check Also

Tim Keluarga YM Beri Bantuan Beras, Warga Merapi : Terima Kasih Pak Yulius Maulana

Author : Ujang MERAPI TIMUR, LhL – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1445 H, …

SMM Panel

APK

Jasa SEO