PSEKSU, LhL – Idul Fitri merupakan suatu momen yang dijalani umat islam diseluruh dunia, dan pulang kampung atau yang lebih dikenal dengan istilah mudik adalah cerita khas rakyat Indonesia, tak terkecuali masyarakat Sumatera Selatan tepatnya di Kabupaten Lahat Kecamatan Pseksu.

Cerita mudik lebaran merupakan budaya bangsa ini, dan pulangnya membawa makanan khas atau sesuatu seperti cendramata dari daerah asal seakan merupakan suatu keharusan sebagai buah tangan dari kampung halaman, sebagai pelepas rasa rindu akan kampung halaman dan mengenang akan daerah sendiri.
Contohnya kecamatan Pseksu merupakan penghasil kopi jenis Arabika yang diolah sendiri sehingga menghasilkan kopi yang bercitarasa tinggi yang wajib dibawa sebagai oleh-oleh dari daerah ini yang harus dirasakan penikmat kopi asli tanpa ada campuran apapun.
Iwan salah seorang perantau asal Pseksu mengatakan, dirinya berserta keluarga besarnya setiap lebaran wajib mudik menengok kampung halaman dan bertemu orang tua dan sanak keluarga yang lainnya, dan ketika pulang lagi ketempat rantauan, itu wajib membawa oleh-oleh kopi yang dipetik dari kebun sendiri dan juga yang di olah orang tuanya sendiri sebagai buah tangan dari kampung halaman. “Kami setiap pulang kampung wajib membawa kopi sebagai oleh-oleh karena kopi disini sangat nikmat dan terasa keasliannya tanpa di campur bahan apapun maka dari itu kopi dari kampung halaman ku ini terasa nikmat sekali,” ujarnya.
Hal senada juga di ungkapkan Tati salah seorang ibu rumah tangga yang menetap di kecamatan Pseksu, dirinya mengatakan setiap ada keluarga yang pulang dari perantauan sudah tentu kopi yang digiling sendiri dipertanyakan oleh saudaranya karena kenikmatan kopi olahan sendiri itu sangat lah berbeda rasanya.
“Kalau ada saudara yang pulang sudah pasti menanyakan kopi kita yang bisa dikonsumsi sendiri, citarasa kopi milik kita itu sangatlah berbeda dengan rasa kopi yang biasa dibeli di pasaran,” ungkapnya.
Naskah / photo (jackson)
Lahat Hotline




