KIKIM SELATAN, LhL – Akibat intensitas hujan yang lebat mengakibatkan jebol siring agung desa Banu Ayu, sedangkan siring agung ini sangat berguna untuk mengalirkan air ke area persawahan di beberapa desa seperti desa Tanjung Aur dan Banu Ayu. Jebolnya irigasi tersebut menyebabkan warga desa Banu Ayu yang bertani padi tidak bisa bercocok tanam.
Informasi di lapangan, dari sekitar 400 hektar sawah yang ada, di desa Banu Ayu saja terdapat sekitar kurang lebih 250 hektar. Biasanya sebelum Siring Agung ini jebol penghasilan para petani bisa mencapai 600 ton beras, Namun sekarang penghasilan para petani tersebut menjadi hanya 200 ton.
Saat ini di desa Banu Ayu masih belum bisa bercocok tanam akibat dari jebolnya siring agung ini, untuk sementara ini hanya sebagian saja dari sawah di desa yang bisa ditanami.
Menurut kepala desa Banu Ayu Yudi Sukandar, semenjak musim penghujan sudah beberapa kali irigasi tersebut jebol, namun pihaknya sudah berusaha memperbaiki tapi masih jebol juga. “Waktu jebol yang pertama, kami sudah perbaiki namun alakadarnya tapi hujan lagi masih juga jebol,” ungkapnya.
Sebagai pemerintah desa dirinya berharap agar siring agung ini segera diperbaiki karena ini menyangkut perekonomian warga. “Kami sebagai pemerintah desa berharap agar siring agung ini diperbaiki secepatnya karena warga kami ini kebanyakan petani padi di sawah kalau siringnya masih seperti ini penghasilan warga kami ini jadi berkurang, tidak bisa maksimal seperti biasanya semenjak siring ini jebol penghasilan warga desa berkurang hingga 60 persen lebih,” terang Yudi.
Tambahnya lagi, haparan warga desa ini jangan hanya diperbaiki segitu saja akan tetapi harus menggunakan beronjong. “kalau dibangun hanya di beton seperti biasa, tiba musim hujan lagi khawatir akan jebol kembali, tapi kalau di pasang beronjong mudah-mudahan tahan lama,” terangnya.
Supardi salah seorang petani sawah desa Banu Ayu mengatakan, biasanya dirinya berpenghasilan dalam sekali panen mencapai 3 ton beras, tapi semenjak siring agung ini jebol penghasilan nya hanya 3 karung saja. “Kami hanya mengandalkan sawah tapi siring ini jebol penghasilan kami jadi turun drastis,” pungkas supardi.
Naskah/poto : Jek