Home / BREAKING NEWS / GEGARA BLT-DD, WARGA LUBUK LAYANG ILIR DEMO DENGAN SATU KORBAN LUKA-LUKA
IMG-20200529-WA0063

GEGARA BLT-DD, WARGA LUBUK LAYANG ILIR DEMO DENGAN SATU KORBAN LUKA-LUKA

# Satu Luka Sabetan Benda Tajam

Author : Akbar

KIKIM TIMUR , LhL – Terkait Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun 2020, masyarakat Desa Lubuk Layang Ilir menemui Kadesnya, Jumat (29/5/2020) sekira pukul 19.30 WIB. Aksi masyarakat ini, untuk meminta ketransparanan Pemerintah Desa (Pemdes) soal data warga yang mendapatkan BLT-DD.

Sebelumnya, perwakilan masyarakat menemui Badan Permusyawaratan Desa (BPD), untuk meminta menyampaikan ke Kepala Desa (Kades) terkait penyaluran-penyaluran BLT-DD tersebut. Hasil dari pertemuan di kediaman Sulianto selaku Ketua BPD Lubuk Layang Ilir, yang juga dihadiri oleh para anggota BPD dan masyarakat pada Jumat malam itu, maka ditunjuklah dua orang perwakilan masyarakat sebagai juru bicara, yaitu Agus Kurniawan dan Baharudin untuk menyampaikan keinginan masyarakat Desa Lubuk Layang Ilir ke Kadesnya. Sebelum berangkat menemui Kades Lubuk Layang Ilir, Agus meminta agar masyarakat tidak bertindak anarkis.

“Di sini, karena saya ditunjuk oleh masyarakat yang hadir pada malam ini untuk menjadi juru bicara, maka saya harap jangan ada yang bertindak anarkis. Tujuan kita adalah untuk meminta Pak Kades agar transparan dalam penyaluran BLT DD, dan mohon sekiranya dapat memasukkan tambahan nama- nama warga yang belum menerima bantuan dalam bentuk apapun untuk dapat menerima bantuan BLT DD ini seperti di desa-desa lainnya,” pinta Agus.

Setelah urun rembuk antara warga dan BPD, selanjutnya warga berbondong-bondong menuju Balai Desa Lubuk Layang Ilir, namun sayangnya baru berlangsung beberapa saat, pertemuan antara warga dan Kades Lubuk Layang Ilir berakhir dengan ricuh antara para warga dan Kepala Desa Lubuk Layang Ilir yang menyebabkan satu orang warga terluka benda tajam.

Agus Kurniansyah salah seorang warga Desa Lubuk Layang dan sebagai juru bicara dari masyarakat terkena luka sabetan benda tajam di lengannya sebelah kiri dan langsung dibawa berobat ke Puskesmas Kikim Timur oleh keluarganya. Tiba di Puskesmas, Agus mendapatkan 13 jahitan luka robek lalu membuat laporan ke Polsek Kirim Timur.

Dalam penjelasannya, Kades Lubuk Layang Ilir, Didi Kusnadi menyampaikan bahwa setiap Pemerintah membuat peraturan, tentunya diiringi dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ada.

“Silahkan masyarakat bertanya terlebih dahulu ke Dinas Instansi yang terkait, jika memang ada peraturan Pemerintah yang memerintahkan untuk membagikan BLT-DD ini ke semua masyarakat. Jangankan 25%, 100% pun saya siap membagikannya,” jelas Didi.

Pemerintah, lanjut Didi, dalam hal ini memang dengan tegas telah mengucurkan sejumlah dana untuk dampak dari Covid-19, menanggulangi dan memutuskan mata rantai Covid-19. Namun tentunya, Pemerintah juga mempunyai aturan Juknis dan Juklak pula, agar tidak terjadi salah sasaran dan tumpang tindih data.

Tak berselang lama, setelah menerima laporan dari warga, dengan sigap anggota Polsek Kikim Timur langsung turun ke lapangan untuk mengamankan situasi. Hingga berita ini ditayangkan, situasi di desa tersebut sudah dalam keadaan aman dan terkendali. Hanya saja, pelaku dugaan pembacokan terhadap korban Agus masih belum diketahui dan dalam penanganan Polsek Kikim Timur

Editor : Ron

Check Also

IMG20200617094538

KPL LAHAT ADAKAN AKSI DAMAI PERNYATAAN SIKAP

Terkait Transparan Soal Anggaran Dan Serius Dalam Mengeluarkan Kebijakan Covid- 19. Author : Tim LAHAT, …

error: Content is protected !!