Home / LAHAT FOKUS / Merapi Barat / TIM GABUNGAN BASARNAS BELUM TEMUKAN JASAD ASMUDA YANG TENGGELAM DI SUNGAI LEMATANG
IMG-20200528-WA0076

TIM GABUNGAN BASARNAS BELUM TEMUKAN JASAD ASMUDA YANG TENGGELAM DI SUNGAI LEMATANG

Author : Ivi Hamza

MERAPI BARAT, LhL – Gabungan dari berbagai tim penyelamatan Emergency Respon Team (Rescue) yang di komandoi oleh Basarnas Provinsi Sumatera Selatan melalui Koordinator Pos Basarnas Pagaralam beserta tim Basarnas dari PT.BA, PT.PAMA, PT.SBS, PT.CK, PAJI Lahat, BNPB Kabupaten Lahat dan DPKP Pemkab Muara Enim hari ini Kamis (28-05-2020) terus berjibaku berupaya mencari jasad Asmuda (61) warga Desa Merapi Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat yang tenggelam di perairan sungai Lematang. Tenggelamnya Asmuda diakibatkan jatuh dari jembatan gantung desa setempat akibat tertiup angin badai pada Selasa (26/5/2020).

IMG-20200528-WA0077

Menurut kepala Basarnas Provinsi Sumsel Heri Marantika.SH.M.Si melalui Kepala Pos Basarnas Kota Pagar Alam Alparis ZM.Sos selaku ketua tim rescue saat di bincangi oleh awak media mengatakan, bahwa pencarian ini sudah memasuki hari ke 3 dan jasad beliau pun belum ditemukan.

“Agar cepat menemukan Jenazah Korban kita telah menerjunkan sejumlah tim gabungan, mudahan mudahan jasad almarhum Asmuda dapat segera di ketemukan” Ujar Alparis didampingi beberapa tim rescue.

Kondisi air sungai Lematang yang keruh dan memiliki kedalaman hingga 20 Meter merupakan bagian dari tantangan para krew yang bertugas di lokasi.

“Air yang keruh merupakan kendala Visibilitas (minimnya jarak pandang) saat menyelam hingga bagi para penyelam sangat sulit untuk menemukan keberadaan jasad korban” Jelas Alparis

Seluruh krew gabungan yang bertugas la di lokasi Merapi lanjutnya, berjumlah 6 perahu karet yang di bekali mesin boat Juga telah menggunakan tehnik berputar di permukaan air untuk menciptakan ombak agar jasad mudah mengapung.

“Metode ini dilakukan agar jika kemungkinan korban tersangkut di dasar sungai dapat terangkat ke permukaan air” tambahnya.

Sementara Utusan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkab MuaraEnim (DPKP) Yulius, M.Si, melalui Edi Ramlan (Kordinasi tim rescue) yang ikut membantu melakukan pencarian korban menjelaskan, bahwa setelah mendapatkan notifikasi surat permohonan bantuan dari Kepala Desa Merapi beserta Camat Merapi Barat Eti Listiana sejak Rabu (27/5) kemarin, timnya langsung menerjunkan 3 perahu karet 1 regu, untuk di perbantukan di wilayah Merapi, 2 regu perahu stanbay di Desa Muara Laway Kabupaten Muara Enim, hilir dari sungai Lematang untuk memantau keberadaan Korban apa bila terbawah arus.

“Mewakili Pemkab MuaraEnim PLT Bupati H.Juarsah.SH beserta Kepala DPKP Yulius MSI. Bergabungnya kami dalam pencarian ini merupakan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap daerah kabupaten tetangga. Tim kami yang berjaga di wilayah Muara Laway sejak kemarin terus melakukan pencarian dan pemantauan di Hilir. Bahkan warga desa setempat yang kesehariannya mencari pasir telah kami himbau untuk menunda aktivitasnya agar juga bisa ikut berpartisipasi dalam pencarian ini” terang Edi Ramlan saat memimpin timnya di 4 Lokasi Desa Merapi, G.Kembang, Prabu Menang dan Arahan .

Bupati Lahat Cik Ujang SH, saat meninjau langsung di lokasi Mengucapkan terimakasih kasih atas segala bantuan dari semua tim rescue yang tergabung.

“Atas nama Pemkab Lahat kami ucapkan banyak terima kasih kepada semuanya semoga upaya kita dapat segera membuahkan hasil jenazah korban Asmuda dapat segera diketemukan. Mari kita jaga selalu kekompakan ini” Ujar Cik Ujang.

Sementara itu Kepala Desa Merapi Subandi Sangat berterima kasih kepada seluruh tim Rescue yang telah berupaya mencari jenazah warganya.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh gabungan tim Rescue Basarnas”ucapannya.

Subandi sempat menceritakan kronologis kejadian berdasarkan keterangan saksi warga setempat saat korban Asmuda terjatuh dari jembatan gantung di desanya pada Selasa sore (26/5) sekitar pukul 17:00. Dimana saat itu korban yang telah sempat menyebrangi jembatan gantung menggunakan sepeda motor nya bergegas balik kembali ke pondok kebunnya di seberang sungai dengan berjalan kaki untuk mengambil handphone nya yang tertinggal, ia tidak sadar, padahal HP Korban ada di dalam Jok Motor nya.
Tidak disangka saat korban berjalan kembali menyebrangi jembatan gantung yang baru diresmikan 2019 lalu melintir bahkan terhempas oleh angin badai kencang saat itu.

“Korban yang fisiknya sudah tua tentunya tak kuasa berpegangan pada tali slink pagar jembatan dan langsung pingsan lalu terpental ke sungai Lematang saat itu dan langsung tenggelam”kisah Subandi.

Pantauan awak media hingga pukul 16:30 jenazah korban juga belum diketemukan. Menurut ketua Tim Basarnas Pos Pagar Alam yang memimpin pencarian, Alparis ZM.Sos pencarian akan terus dilakukan selama 7 Hari berturut turut terhitung sejak peristiwa kejadian “Semoga nanti malam atau besok segera kita temukan jasad korban. Kita akan menyisir setiap bagian dari sungai Lematang ini” Ujarnya.

Tampak hadir di lokasi, kades Prabu Menang Sation Solistian, Komandan Koramil Merapi Kapten Sudiyono, Kepala Rescue PT.Pama M.Ridoni , Kepala Rescue PT.SBS Pak Sofyan.

Editor : Ron

Check Also

IMG-20200330-WA0007

ANTISIPASI CORONA, KADES DAN PERANGKAT DESA LAKUKAN PENYEMPROTAN

Author : Hendry MERAPI BARAT, LhL – Mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19), Kepala Desa (Kades) …

error: Content is protected !!