Home / PAGAR ALAM / “SEPI”, BERIKUT KELUHAN SOPIR ANGKUTAN LAHAT-PAGARAALAM
PhotoGrid_1581508668363

“SEPI”, BERIKUT KELUHAN SOPIR ANGKUTAN LAHAT-PAGARAALAM

Author : AGUS

PAGARALAM, LhL – Himpitan ekonomi yang lebih disebabkan ketidakseimbangan antara penghasilan yang didapat dengan pengeluaran yang semakin banyak dan meningkat, menjadi keluhan nyaris semua orang yang tarap kehidupannya menengah ke bawah. Tak terkecuali kisah ini berlaku bagi para sopir angkutan Pagaralam-Lahat.

Dibincangi di sebuah warung makan di salah satu parkiran antrean kendaraan angkutan, beberapa sopir sempat menyampaikan keluhannya. Terutama terkait sepinya muatan angkutan (Penumpang) yang menjadi sumber pendapatan bagi mereka.

H. Darlan (53) misalnya, dengan nada yang lesu ia menggambarkan, bahwa di saat para suami dan sebagai ayah tengah berkumpul bersama keluarga, lain dengan dirinya yang justru masih berada di jalanan. Kondisi inilah yang membuat ia dan rekan-rekan sprofesinya seringkali terlambat makan dan pulang tidak menentu waktu.

“Semuahnya tahu, betapa susahnya hidup di jalanan. Makanya kami lebih sering tidak punya waktu untuk berkumpul bersama keluarga, ditambah lagi sepinya penumpnag. Di usia seperti in, mau kerja apalagi kami, anak banyak dan hasil tak menentu. Kalu bisa keimbanglah antara harga hasil pertanian dengan harga sembako, kalau harga tersebut sudah stabil, besar harapan kami penumpang kembali normal seperti dulu lagi”, tuturnya pada Rabu (12/2/2020) sekira jam 10:15 di pangkalan angkutan Pagaralam-Lahat Jambat Bale.

Keluhan senada juga dilontarkan sopir lainnya bernama Juarsah. Dikatakan, akhir-akhir ini penumpang sangat sepi karena banyak faktor, seperti tidak adanya peningktan harga kopi, karet, sawit dan lainnya. Sedangkan harga sembako begitu mahal, sehingga hasil yang kami dapat tidak seimbang dengan harga sembako.

“Mewakili teman-teman seprofesi, kami berharap ke depannya kepada pemerintah supaya bisa memperhatikan nasib rakyat kecil seperti kami, tentunya dengan meningkatkan harga hasil pertanian dan menurunkan harga sembako. Itu yang utama. Demi sesuap nasi, kami masih tetap bertahan menjalani kehidupan seperti ini. Kami rela tidur dalam mobil dan makan seadannya dengan harapan penumpang datang”, kata pria yang dinobat sebagai Kepala Suku Angkutan Lahat – Pagaralam ini.

Menanggapi keluhan para sopir ini, salah seorang Anggota LSM Gerhana Indonesia Sumatera Selatan, Agusmanto sangat kagum atas perjuangan para sopir yang seolah tak kenal waktu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Terlebih lagi, jika antara pemasukan dan harga sembako semakin tidak seimbang.

“Wajar saja jika keluhan semacam itu muncul dari para sopir. Sebab seperti kita ketahui bersama, bahwa semua roda ekonomi itu bergantung harga-harga barang hasil pertanian dan juga kebutuhan pokok yang harus dibeli oleh warga itu sendiri. Jika harga karet, kopi, sawit itu meningkat, maka tidak menutup kemungkinan perekonomian para petani juga lumayan. Lalu kaitannya dengan para sopir ini, adalah apabila perekonomian petani itu meningkat, maka untuk bepergian ayau belanja juga bisa menggunakan jasa angkutan para sopir. Dengan begitu, secara otomatis kehidupan para sopir dan keluarganya juga bisa lebih layak”, urainya.

Editor : RON

Check Also

IMG_20200804_130324

DUNIA TERBALIK WISATA BARU YANG ADA DI KOTA PAGARALAM

Author : Aceng PAGARALAM, LhL – Pagar Alam merupakan Kota yang banyak menyajikan  Wisata baik …

error: Content is protected !!