Home / LAHAT FOKUS / Mulak Ulu / 5 DESA DI KECAMATAN MULAK ULU TEKACEEP
IMG-20200101-WA0084

5 DESA DI KECAMATAN MULAK ULU TEKACEEP

Author : Ivi Hamzah

MULAK ULU, LhL- Dampak ambruknya jembatan Ayek Mulak yang menghubungkan Desa Pengentaan dengan Desa Lesung Batu Kecamatan Mulak Ulu kabupaten Lahat, dengan Kabupaten Muaraenim menyebabkan 5 desa di Mulak Ulu terisolir. Belum selesai perbaikan jembatan Ayik Mulak, musibah baru pun datang dengan longsornya badan jalan diperbatasan Mulak Ulu dan Semendo. Tertutupnya badan jalan ini diakibatkan hujan deras semalaman tadi malam, sehingga tebing dipinggir jalan longsor menutup badan jalan, dan menjatuhkan badan jalan sepanjang 100 meter dari desa Lawang Agung Lahat ke arah Semendo Muaraenim.

Tertutupnya akses penghubung dari 5 desa yang berada di kecamatan Mulak Ulu, membuat perekonomian di 5 desa terisolir tersebut lumpuh. Pasalnya jembatan ayek mulak penghubung ke kota lahat ambruk tiga hari lalu, kini akses menuju kota Muara Enim putus akibat longsor. Untuk memenuhi kebutuhan 9 bahan pokok di 5 desa terisolir sangat terganggu dan bisa harga barang-barang menjadi naik selama menunggu perbaikan jembatan dan jalan selesai.

Pernyataan ini disampaikan Yong Mitingli Kepala Desa Mengkenang, yang desa nya terisolir. Yong, sapaan akrabnya mengatakan, putusnya jalan tadi malam di daerah tanah abang yang berbatasan dengan Desa Lawang Agung diakibatkan derasnya hujan. Selain putusnya jalan beberapa irigasi dan perkebunan warga di pinggiran sungai hancur diterpa air bah.

“Masyarakat sudah bergotong-royong membersihkan badan jalan dengan alat seadanya, karena itu akses satu-satunya yang bisa dilewati masyarakat untuk belanja memenuhi kebutuhan sehari-hari pasca ambruknya jembatan Ayik Mulak,” terangnya Rabu (01-01-20).

Dengan bertubi-tubi nya bencana yang menimpa khususnya masyarakat Mulak saat ini semoga menjadi pelajaran, sesuai dengan pesan yang disampaikan gubernur dan bupati saat meninjau jembatan ayek mulak, agar masyarakat menyayangi hutan yang menjadi penyimpanan serapan air.

“Atas musibah silih berganti ini, semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya,” ungkapnya.

Ambruknya jembatan Ayek Mulak dan putusnya jalan di tanah abang wargapun menaruh harapan besar pada pemerintah untuk memperbaiki jembatan Ayik Mulak dan badan jalan longsor tersebut. Karena dua akses penghubung untuk menuju kota Lahat dan Muara Enim sudah putus total yang tak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat. Oleh sebab itu masyarakat meminta kepada pemerintah untuk membuat akses secepatnya agar jalan bisa dilewati mobil.

“Jika penanganannya lamban dikhawatirkan akan lebih banyak lagi dampak negatif lainnya yang dirasakan masyarakat. Saat ini saja sudah merasakan kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan, memenuhi kebutuhan pokok dan aktivitas lainnya,” ujar honorer di SMPN ini.

Kedatangan Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Bupati Lahat, pada Selasa, 31 Desember 2019 yang meninjau langsung lokasi desa Keban Agung Kecamatan Mulak Sebingkai yang terkena banjir bandang dilanjutkan dengan meninjau jembatan Ayik Mulak yang rusak diterjang banjir bandang sangat diapresiasi masyarakat.

“Atas tinjauan pemerintah kemarin, yang secepatnya memperbaiki jembatan sangat kita nantikan,” pungkasnya.

Editor : Ron

Check Also

IMG-20200804-WA0006

DINSOS LAHAT SERAHKAN DATA MISKIN TH 2015 KE CAMAT UNTUK DIVERIFIKASI DAN VALIDASI

Author : Ivi Hamzah MULAK ULU, LhL – Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahun 2015 …

error: Content is protected !!