Home / Umum / DIDUGA KERACUNAN SAMBAL TAHU, BELASAN WARGA DIEVAKUASI
IMG-20190911-WA0053

DIDUGA KERACUNAN SAMBAL TAHU, BELASAN WARGA DIEVAKUASI

Author : Din/CJ

LAHAT, LhL – Diduga usai menyantap sambal yang bercampur dengan umbi-umbian seperti daun bawang di sebuah acara persedekahan di rumah salah satu warga di Desa Sadan, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, sebanyak 14 orang warga setempat dievakuasi ke Puskemas setempat. Hal ini terjadi, karena diduga akibat keracunan sesaat setelah makan berlauk sambal tahu bercampur umbi-umbian, pada Rabu (11/9/19).

“Ada 14 warga yang terindiksi keracunan, setelah menyantap sambal tahu yang bercampur dengan umbi dari tempat persedekahan,” kata Kapolres Lahat, AKBP Ferri Harahap SIK, M. Si didampingi Kapolsek Jarai, IPTU Hendriadi, SH melalui Kasubag Humas Polres, Iptu Sabar T disampaikan Aiptu Lispono, SH, Rabu (11/9/2019).

Peristiwa dugaan keracunan tersebut, lanjut Lispono, terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di Desa Sadan Kecamatan Jarai. Menurut Lismono. Adapun korban yang berjumlah 14 orang itu diantaranya, Riska (33) pekerja honorer, Sahari (67), Selmi (39), Aswar (45), Listri (55), Yuli (42), Jum (40), Idrus (41), Dwi (33) warga Desa Bandu Agung Kecamatan Muara Payang.

“Kemudian warga atas nama Wandra (37), Ita (42), Elti (50), Nadi (53), Rudi (43) kesemua warga merupakan warga Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat”, bebernya.

Kendati demikian, kata Lispono, dari 14 orang korban tersebut di atas, 12 orang telah kembali ke rumah masing masing. Untuk 2 orang setelah diijinkan Dr Puskesmas Jarai dan 1 orang atas nama Riska dirujuk ke rumah sakit Kota Pagaralam.

“Atas kejadian itu, petugas telah mengambil sempel makanan yang ada. Selanjutnya, akan dicek kelabor guna memastikan apakah benar atau tidaknya keracunan belasan warga akibat makanan tersebut,” pungkas Lismono.

Editor : Ahmad

Lihat Lainnya

IMG-20190706-WA0000

INI ANCAMAN KASN BAGI KEPALA DAERAH YANG “NAKAL”

# Terkait Sengkarut Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan Yang Dinilai Tak Sesuai Pangkat & Golongan. Author …

error: Content is protected !!