Home / Hukum & Kriminal / PROTES ANGKUTAN BATUBARA, WARGA DATANGI PEMKAB MUARA ENIM
IMG-20190521-WA0034

PROTES ANGKUTAN BATUBARA, WARGA DATANGI PEMKAB MUARA ENIM

Author : Hadi

MUARA ENIM, LhL – PT Ganendra Pasopati Prawara (GPP), sepertinya tidak mengindahkan keputusan yang telah diambil pihak Pemkab Muara Enim melalui rapat pada 13/5/2019 yang lalu. Dalam keputusan rapat yang disampaikan Bupati Muara Enim melalui Asisten 1 Teguh Jaya menyatakan, bahwa sebelum ada kebijakan yang diambil Bupati Muara Enim, untuk sementara waktu kegiatan holling batubara oleh PT GPP, dihentikan.

Pada kenyataannya, mobil angkutan batubara milik PT GPP masih saja nekad mau melintas. Warga Trans unit 6 Desa Muara Harapan Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, terlihat masih bertahan menghadang angkutan truk batubara yang akan melintas di desanya. Pasalnya, meskipun ada sejumlah utusan dari pihak perusahaan maupun dugaan pihak lainnya yang meminta agar truk batu bara milik PT GPP dapat melintas di jalan trans unit 6 Desa Muara Harapan tersebut, warga tetap akan memukul mundur truk-truk batu bara bertonase besar itu melintas di wilayahnya.

Hal tersebut cukup beralasan, karena sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 74 tahun 2018, yang melarang truk batu bara melewati jalan umum dan harus memakai jalan khusus.

Deni CS selaku pimpinan forum pemuda dan mewakili masyarakat Desa Muara Harapan mengungkapkan, pihak warga akan tetap menolak angkutan truk batubara melintas di desanya.

“Karena akibat aktivitas angkutan batubara itu, jalan desa kami tersebut jadi rusak”, kata dia saat orasi.

Apapun yang akan terjadi, lanjut Deni, warga tetap bertahan menghadang truk batubara melintas di desanya.

“Adanya aksi penghadangan ini telah direspon oleh Bupati Muara Enim, agar truk tidak boleh melintas, kala kita dan warga dipanggil ke Pemda bermusyawarah terkait aksi itu, ” Nah, Bupati telah mengintruksikan agar jalan itu tidak boleh dilintasi truk batubara”, sebutnya.

Namun mirisnya , ujar Deni, ada pihak-pihak yang justru diduga membela pihak PT GPP. Dan ini patut dipertanyakan,” beber Deni di hadapan sejumlah awak media (20/05/19).

Dikatakannya, perusahaan pengangkut batubara seperti PT GPP ini, termasuk perusahaan yang keras kepala, dan tetap mendesak untuk melintas.

“Dan kita akan tetap bertahan, demi kepentingan masyarakat,” seru Deni.

Semantara pihak PT GPP, sampai sekarang belum memberikan penjelasan kepada awak media terkait kisruh angkutan batubara di jalan dalam wilayah trans unit 6 Muara Harapan itu.

Editor : Ahmad

Lihat Lainnya

m.e

MINTA HUJAN, PEMERINTAH DAN MASYARAKAT HELAT SHALAT ISTISQA

Author : Evri. A MUARA ENIM, LhL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menggelar Shalat …

error: Content is protected !!