Home / Kec. Lahat / KEJAKSAAN LAHAT GELAR SOSIALISASI PENCEGAHAN POTENSI KORUPSI
IMG-20181205-WA0012

KEJAKSAAN LAHAT GELAR SOSIALISASI PENCEGAHAN POTENSI KORUPSI

” Pengelolaan Keuangan Desa Dalam Rangka Anti Korupsi Tahun 2018, “

Author : Ron

LAHAT, LhL – Dalam rangka hari Anti Korupsi tahun 2018 Kejaksaan Lahat menggelar acara sosialisasi pencegahan potensi korupsi pada pengelolaan keuangan Desa. Acara tersebut dilakukan di ruang Aullah Kejaksaan Lahat, Rabu (05/12).

Selaku pembicara dan pemberi materi Jaka Suparna SH (Kajari Lahat), Bani Immanuel Ginting (Kasi Intel Kejari Lahat), Fauzan Denin (Kepala BPMDes Lahat), Teguh Vidya Wahyudi (Kasi Pidsus Kejari Lahat) dan Joni Iswansyah (Inspektorat Lahat). Acara diikuti camat di 24 kecamatan, dan perwakilan anggota forum Desa dan Lurah.

Dalam sambutan Kajari Kabupaten Lahat, Jaka Suparna, ia mengatakan kegiatan ini merupakan memberi pemahaman terkait penggunaan dan pengelolaan dana Desa. ‎Dengan rencana Pemerintah pusat yang akan menaikan anggaran desa, maka diharapkan agar penggunaan desa sesuai dengan program desa yang bersangkutan.

“Dan saya berharap kepada Kepala Desa (Kades) dan Lurah yang ada di Kabupaten Lahat agar dapat menjalankan program- prgram pembangunan dan bekerja dengan sesuai aturan yang ada, “tegasnya.

Sementara itu Fauzan Khori selaku Kepala Dinas BPMD Kabupaten Lahat, ia menjelaskan Tahap awal pengucuran dana Desa pada 2015 sebesar Rp 20 trilyun, tahun 2016 ada kenaikan menjadi Rp 40 trilyun dan di tahun 2017 dan 2018 ada penambahan dana Desa sebesar Rp 60 trilyun. 

“‎Untuk 2019 dari Program Jokowi akan ada penambahan dana Desa menjadi Rp 173 trilyun dan sedang diatur berdasarkan kondisi wilayah untuk menentukan besaran Desa penerima dan juga‎ untuk dana kelurahan, untuk tahun 2019 secara tentatif perkiraan Rp 350 juta pertahun,” paparnya.

Teguh Vidya Wahyudi mengatakan bersamaan dengan hari anti korupsi, maka pengelolaan dana Desa menjadi tema sosialisasi ini.

“‎Hal ini mengingat kurang optimalnya penggunaan dana Desa yang selama ini sudah berjalan. Ditemui adanya kebingingan para kades dalam pengelolaan baik dari perencanaan sampai pada pencairan. ‎Kades menerima Dana Desa dan ADD sehingga ada 2 rekening. Perlu adanya ketegasan dari perangkat Desa untuk pengelolaan Dana Desa, sehingga penggunaan dana Desa dapat optimal dan dapat dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Di tempat yang sama Bani Immanuel Ginting mengatakan acara ini merupakan Early Warning (Peringatan Dini) terkait penggunaan dana Desa dan Lurah dari pemerintah pusat. Anggaran ini yang dituntut adalah inovasi dalam pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa, bukan untuk memperkaya diri.

“‎Kejari disini bertugas memonitoring pelaksanaan penggunaan anggaran, sehingga perlu adanya kerjasama antara Camat dengan Kades dan Lurah. Dengan demikian akan lebih baik dari tahun sebelumnya” harapnya.

Joni Iswansyah mengatakan pihaknya selaku inspektorat memantau kinerja Kades dan Lurah terkait penggunaan dana Desa. Untuk itu, agar Kades dapat memahami tupoksi yang berlaku.

“Dan berharap agar Kepala Desa dan Lurah yang ada di Kabupaten Lahat dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan aturan – aturan yang ada”, harapnya.

Editor : Ahmad

Lihat Lainnya

FB_IMG_1544678573432

BUPATI LAHAT PIMPIN APEL BERSAMA ASN

Author : Ganda coy LAHAT, LhL – Bertempat dihalaman Pemkab Lahat Bupati Lahat Cik Ujang, …

[Slideshow "iklan-mati-5" not found]
[Slideshow "slider-9" not found]
error: Content is protected !!